Survei di Inggris: Keluarga Muslim Cenderung Masukkan Anak di Sekolah Katolik

0
151
Foto: Anak-anak Muslim yang bersekolah di sekolah Katolik

NTTsatu.com – Lebih dari 26.000 bocah Muslim terdaftar di sekolah-sekolah Katolik di Inggris danWales. Untuk pertama kalinya sebuah sensus tahunan di sekolah-sekolah Katolik mengumpulkan informasi mengenai jumlah siswa dari agama-agama lain.

Kelompok terbesar murid-murid non-Katolik berasal dari ‘cabang’ agama Kristen lainnya, namun hampir sepersepuluhnya berasal dari keluarga-keluarga Muslim. Pemerintah berencana untuk mendorong lebih banyak lagi sekolah-sekolah Katolik gratis yang dibuka.

Sekolah Katolik di India wajib pasang gambar dewi Hindu Murid sekolah hadiri misa guru yang dibunuh di Leeds Analisis ini menunjukkan bahwa, secara keseluruhan, hampir sepertiga dari lebih 850.000 murid dalam sistem sekolah Katolik tidak beragama Katolik – dari total hampir 290.000 siswa.

Mengubah populasi

Hal ini dapat mencerminkan perubahan demografi setempat dan migrasi – banyak sekolah Katolik melayani daerah yang mengalami penurunan jumlah keluarga-keluarga beragama Katolik.

Murid-murid Muslim merupakan kelompok non-Kristen terbesar, selain 63.000 siswa yang berasal dari keluarga-keluarga yang tidak beragama.

Para siswa Muslim di sekolah-sekolah Katolik bisa saja tidak menghadiri acara-acara keagamaan, namun mereka ingin turut serta, tutur seorang kepala sekolah. Finnuala Nelis, pimpinan St Patrick Catholic Voluntary Academy di Sheffield, mengepalai sebuah sekolah yang setengah dari murid-muridnya bukan penganut Katolik.

Ia mengatakan telah terjadi perubahan pada populasi setempat – dan dewasa ini para orang tua terkenal lebih memilih sekolah Katolik, meskipun mereka bukan Katolik.

Ini termasuk orang-orang beragama Kristen dari sejumlah gereja Afrika dan juga siswa-siswi Muslim.

Ia mengatakan ada siswa-siswa Muslim yang beribadah di masjid-masjid setempat secara teratur, yang menghadiri layanan keagamaan Katolik di sekolah.

Berbicara dengan para orang tua

Para orang tua dari siswa-siswa Muslim berhak untuk menarik anak-anak mereka agar tidak mengikuti perayaan keagamaan di sekolah, kata Nelis, tetapi mereka justru ingin anak-anak mereka ikut berpartisipasi.

“Ini bukan sebuah zona yang tidak nyaman” untuk berbicara tentang hal ini dengan para siswa atau orang tua, katanya.
Sekolah-sekolah Muslim tidak begitu banyak jika dibandingkan dengan jumlah pemeluk agamanya. Para orang tua Muslim juga bisa meminta agar anak-anak mereka libur dari sekolah pada hari-hari raya Muslim, seperti Idul Fitri.

Ia mengatakan bahwa para orang tua non-Katolik memilih sekolah karena etos dan ‘sistem nilai.’ serta reputasi sekolah Katolik untuk ‘standar pendidikan yang baik.’

Pemerintah ingin mengubah aturan bagi sekolah gratis untuk mendorong lebih banyak lagi sekolah-sekolah Katolik yang dibuka.

Pemerintah menganggap sekolah-sekolah Katolik menggabungkan keragaman etnis dengan standar yang tinggi. Di sekolah dasar Katolik, 37% siswa berasal dari etnis minoritas, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Tapi, muncul kritik bahwa memperluas sekolah agama akan mendorong segregasi sosial.

Daya tarik dari sekolah-sekolah Katolik untuk para keluarga Muslim mungkin juga mencerminkan fakta bahwa sekolah-sekolah Muslim sangat sedikit jumlahnya.

Di antara lebih dari 6.800 sekolah agama dalam sistem sekolah negeri, hanya ada 28 sekolah Muslim. (catholicnews.org.uk)

Komentar ANDA?