Tahun 2018 Semua Sekolah Mengimplementasi Kurikulum 2013

0
387

KUPANG. NTTsatu.com – Walaupun beberapa kali mengalami hambatan implementasi, kurikulum 2013 akan terus dilaksanakan secara bertahap. Dipastikan, paa tahun 2018 semua sekolah sudah harus melaksanakan kurikulum ini.

Hal tersebut disampaikan Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Propinsi Nusa Tenggara Timur, Minhajul Ngabidin, S.Pd, M.Si., ketika membuka kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Intruktur Nasional Kurikulum 2013 jenjang SD Tahun 2015 di Aula LPMP NTT, Rabu, (17/06/2015) pecan lalu.
“Kita tahu dinamika implementasi kurikulum 2013 selama ini. Pernah dihentikan melalui surat edaran menteri namun akhirnya akan terus dilaksanakan dengan persentase kecil ke besar. Saat ini, kita sedang melaksanakan dua kurikulum yaitu kurikulum 2006 dan kurikulum 2013.
Kurikulum 2006 terus dilaksanakan dengan persentase besar ke kecil sebaliknya kurikulum 2013 dengan persentase kecil ke besar. Maksudnya jumlah sekolah yang melaksanakan kurikulum 2006, dari yang banyak ke sedikit. Sedangkan jumlah sekolah yang melaksanakan kurikulum 2013, dari sedikit ke banyak hingga target tahun 2019 semua sekolah sudah melaksanakan kurikulum 2013 dan tidak ada lagi sekolah yang melaksanakan kurikulum 2006”, kata Minhajul.

Intruktur Nasional Mulai Dilatih

Guna mengimplementasi kurikulum 2013 jenjang sekolah dasar di tahun ajaran 2015/2016 di sekolah-sekolah pilot project di NTT, sebanyak 30 instruktur nasional sudah mulai dilatih oleh para narasumber nasional sejak Rabu (17/06) hingga Selasa (23/06).
Para instruktur ini selanjutnya akan melatih guru-guru sasaran kelas III dan VI di sekolah – sekolah yang pada tahun ajaran baru nanti ditunjuk sebagai pilot project untuk mengimplementasi kurikulum tersebut.
Untuk diketahui, implementasi kurikulum 2013 semenjak implementasi perdananya tahun 2013/2014 silam selalu dimulai dengan mempersiapkan atau dengan melatih guru-guru sasaran. Polanya dimulai dengan pelatihan narasumber nasional. Selanjutnya narasumber nasional melatih instruktur nasional dan instruktur nasional akan melatih guru sasaran. Para guru sasaranlah yang mengeksekusi implementasi kurikulum 2013 di kelasnya.
Ada pun materi pelatihan yang diberikan antara lain: rasional pengembangan kurikulum 2013, elemen perubahan kurikulum 2013, perangkat permendikbud kurikulum 2013, konsep pembelajaran tematik, konsep pendekatan saintifik, model discovery learning, model problem based learning, model problem project based learning, analisis standar kompetensi lulusan dan penerapannya dalam pembelajaran, analisis kompetensi dasar, analisis kompetensi inti, analisis buku guru dan siswa, menyusun program semester dan program tahunan, penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran, penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran, dan pelaporan hasil belajar siswa.
Stefanus Jelau, S.Pd, MM., seorang narasumber nasional kurikulum 2013 yang juga widyaiswara di LPMP NTT, pada Selasa (23/06), ketika ditanya perihal harapannya kepada instruktur nasional yang dilatihnya, mengatakan, apa yang sudah menjadi kesepakatan terkait komitmen pelaksanaan kurikulum 2013 harus berjalan dengan baik dalam hal : pertama, secara individu di sekolah masing-masing, dan yang kedua bisa ditularkan kepada guru sasaran. Jika di sekolah sendiri ada teman-teman guru yang mengalami kesulitan, para instruktur mengambil peran untuk menularkan pengetahuan terkait kepada mereka.
Selain itu, perlu juga meluruskan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan komentar-komentar masyarakat yang menyoroti kurikulum 2013. Kegiatan diklat selama tujuh hari itu ditutup kepala seksi FSDP LPMP NTT, Abdurrahman, S.Sos pada Selasa (23/06) siang *** (Jon Peu).

Komentar ANDA?