Tahun ini Pemkab Sarai Bangun 75 Embung

0
181

SEBA. NTTsatu.com – Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua (Sarai) tahun ini membangun sedikitnya 75 unit embung baik yang ada di Pulau Sabu maupun pulau Raiijua dan akan ditambah lagi sebanyak 4 unit melalui perubahan anggaran nanti. Sementara dari Balai Sungai Nusantara II juga membangun tujuh unit embung.

Kepala Dinas PU Kabupaten Sarai, Ir. Lay Rohi MT, yang ditemui di Seba, Selasa, 28 Juli 2015 mengatakan, pemerintah Sarai memang memprioritaskan pembangunan embung karena daerah ini sangat memerlukan air untuk aneka kegiatan seperti pertanian dan sebagainya.

“Masyarakat disini perlu ditolong untuk bisa memanfaatkan lahan kosong yang selama ini dibiarkan terlantar begitu saja. Kita siapkan air sehingga mereka bisa melakukan aktifitas di atas lahan mereka. Dan ini kita sudah lakukan selama ini dan membuahkan hasil yang sangat menggembirakan,” katanya.

Dijelaskannya, 75 unit embung yang didanai dengan dana APBD Kabupaten Sarai tahun 2015 ini, 25 unit sudah selesai dibangun di puau Raijua dan sisanya di pulau Sabu sedang dalam proses pengerjaan.

Dari 75 embung itu lanjui Lay Rohi, dibangun secara swakelola dengan dana sebsar Rp 50 juta per unit. “Kita bangun dengan sistem swakelola dengan maksud supaya masyarakat bisa ikut bekerja dan mengawasi dengan baik,” katanya.

Embung swakelola ini kata Rohi, akan menampng air sebanyak 3.000 meter kubik (m3) yang akan dimanfaatkan petani untuk menanam tanaman palawija, dan tidak bisa untuk mengairi sawah.

Karena itu lanjutnya, untuk bisa membantu masyarakat mengerjakan lahan persawahan mereka, pemerintah juga sudah mengusulkan agar dalam perubahan APBD tahun dialokasikan anggaran untuk membangun 4 unit embung berskala besar, dimana satunya seperti embung Guriola yang akan menampung air sebanyak 450.000 meter kubik. Waduk berskala besar seperti Guriola itu akan dibangun di kecamatan Liae.

“Karena pembangunan waduk ini sangat membantu masyarakat maka pemerintah mulai tahun depan menganggarkan pembajgunan waduk sebanyak 100 unit. Jadi lima tahun ke depan akan dibangun 500 unit, dan itu sudah sangat menolong masyarakat daerah ini,” katanya.

Bupati Sabu Raijua, Marthen Dira Tome sebelumnya mengatakan, masyarakat Sabu Raijua selama ini hanya mengandalkan kehidupan mereka dari pohon tuak (lontar) yang sudah diakbwabin sejak turun temurun. Karena itu sejak memimpin kabupaten ini tahun 2011 lalu, dia melirik peluang usaha pertanian ini. Dai kemudian membantu masyarakat dengan membangun embung. Setelah itu dia membantu mereka dengan membeli mesin penyedot air dilengkapai selang. Tidak hanya itu, Bupati juga membantu mengolah lahan petani dengan menyiapkan traktor, memberikan bibir dan pupuk.

“Masyarakat itu perlu digerakkan untuk bangkit memulai usaha baru. Kalau hanya pohon tuak saja, sangat tidak cukup. Mereka punya lahan, kita gerakan mereka nuntukn bekerja. Dan karena itu kita juga siapkan segala fasilitas sehingga memudahkan mereka untuk bekerja,” katanya. (iki)

=====

Foto: Kepala Dinas PU Kabupaten Sarai, Ir. Lay Rohi MT

 

 

 

Komentar ANDA?