Tak tahukah Kamu Bahwa Aku Harus Berada di Rumah Bapa-Ku? 

0
614

Oleh: Rm Ambros Ladjar, Pr

Pesta Keluarga Kudus: Bac.: 1Sam 1: 20-22, 24-28 & 1 Yoh 3: 1-2, 21-24 dan Injil  Lk 2: 41-52.

Kata pepatah lama: *buah jatuh tak jauh dari pohonnya* sudah sering kita dengar. Banyak dipergunakan untuk mengacu pada adanya kemiripan sikap, perilaku dan pola pikir antara orangtua dan anak mereka. Banyak anak termotivasi hidup biara atau jadi imam karena aktif di gereja. Bila dicaritahu maka orangtuanya pernah gagal di seminari atau hidup biara. Dengan senang hati anak mereka menerima tugas sebagai lektor, misdinar atau petugas lainnya.

Hal yang dilakoni itu sejatinya tampak sederhana tapi sangat menarik rasa ingin tahu. Bagaimana jalan hidup itu sebenarnya. Lagi pula usia dibawah 15 tahun pada umumnya masih sangat polos. Semenjak kecil Samuel juga diserahkan oleh orangtuanya kepada imam Eli di Silo. Tujuan mereka agar kelak ia dapat dididik menjadi Abdi Allah. Sebab dia lahir karena berkat doa ibunya. *Seturut namanya Samuel artinya Aku telah memintanya dari Tuhan*. Karena sudah diberikan Tuhan maka sejak kecil Hana bernazar agar memberikan dia kembali kepada Tuhan.

Yesus dalam usia 12 tahun juga membuat pening kepala kedua orangtua-Nya. Sebab Dia menyelinap dalam kerumunan para peziarah dan tinggal di Yerusalem. Padahal orangtua-Nya sudah kembali ke Nazaret setelah mengikuti perayaan Paska Yahudi. Jarak Nazaret dan Yerusalem adalah 147 Km tapi *Maria dan Yosef harus kembali dengan menempuh perjalanan sehari penuh*. Tujuan mereka mencari Yesus maka ketika bertemu, Maria luapkan isi hatinya tapi enteng dijawab Yesus: Tak tahukah kamu bahwa Aku harus berada di rumah Bapa-Ku? Jelas sebuah jawaban menjengkelkan yang tak diharapkan orangtua.

Maria dan Josef yang tak paham akan jawaban itu hanya diam seribu bahasa. Barangkali di kemudian hari barulah pikiran mereka mulai terbuka. Dari sana kita diajak bacaan suci hari ini supaya belajar menghayati nilai-nilai iman dalam keseharian hidup keluarga. Meskipun sangat sederhana tapi kitapun telah berkembang dengan baik mulai dari dalam keluarga. Kita belajar bagaimana *membangun daya kerja kolaboratif dengan semua orang*. Penerapannya dalam Persekutuan, Partisipasi dan Perutusan gerejani di tengah dunia. Harus diakui juga bahwa banyak yang tak bertahan ketika diterpah gelombang kehidupan.

Kita bersyukur karena dari keluarga kita mendapatkan banyak talenta. Semua itu telah kita bagikan untuk perkembangan generasi dan masyarakat di sekitar. *Tanpa sadar semua itu bermula dari pemahaman iman yang benar dalam keluarga*. Yosef dan Maria telah menghayati dalam keluarga mereka. Di dalamnya mereka memiliki daya tahan yang kuat ketika menghadapi berbagai tantangan hidup. Pada hari Pesta Keluarga Kudus, kita pun perlu benahi kehidupan keluarga kita dalam iman dan ketaatan. Sejauh mana peran kita orangtua mengarahkan masa depan putera puteri sebagai anak yang berkenan di hati orang ?

Salam sehat di Hari Minggu Pesta Keluarga Kudus buat semuanya. *Tetap taat menjalankan Prokes*. Tuhan memberkati segala aktivitas hidup keluarga kita masing-masing dengan kesehatan, keberuntungan, sukses dan sukacita hidup. Amin 🙏🙏🌹✝️🌹🌲⭐🎉🎁🛍️🧀🍇🔔🔔🇮🇩🇮🇩

Komentar ANDA?