Tanam, Rawat Hingga Berhasil

0
189

Ny. Erni Guntarti Kumolo ketika menanam pohon pada peringatan Hari Bumi Nasional di Naioni, Rabu, 02 Desember 2015

KUPANG. NTTsatu.com – Hari Bumi Nasionjal merupakan suatu gerakan global untuk mengampanyekan peningkatan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap bumi serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Hari Bumi ini secara internasional pertama sekali digelar di Amerika Serikat tahun 1970 dan tahun ini merupakan tahun yang ke – 45.

Hari Bumi Nasional ini dihelat ini diperingati dengan melakukan berbagai hal dan kegiatan yang harus di lakukan dengan tujuan antara lain hemat energi, kurangi penggunaan plastik, mendukung penggunaan energi terbarukan dan yang terpenting adalah menanam pohon, hutan dan pohon memainkan peranan penting dalam mengurangi pencemaran udara, bencana alam, pemanasan global bahkan meminimalisir kekurangan air yang terjadi di kota kupang sekarang ini.

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya pada peringatan Hari Bomi Nasional Region tiga di Naioni itu mengatakan, saat ini pambakaran hutan dan penebangan liar semakin merusak ekosistem tanah dan hutan dan akan sangat berdampak buruk kepada manusia. Oleh karena itu selain  melakukan kampanye juga mengajak masyarakat untuk lebih mencintai bumi dan lingkungan sehingga masyarakat harus gemar menanam pohon di lingkungannya, dengan begitu ntt akan sangat sejuk.

Saat ini, lanjut Frans,pemerintah tengah melaksanakan berbagai program pembangunan seperti delapan agenda pembangunan dan enam tekat pemerintah untuk menjadikan NTT sebagai provinsi jagung, ternak , cendana, koperasi, pariwisata dan perikanan serta program desa mandiri anggur merah

Implementasi delapan agenda tersebut dengan dukungan masyarakat NTT  maka semua pihak harus yakin masyarakat NTT akan mampu membangun daerah ini menjadi provinsi yang kaya dan sukses.

Dr.Erni Guntarti tjahjo kumolo, ketua umum Tim penggerak PKK, sangat mengapresiasi provinsi NTT, khusus Lurah Naioni kerena menyediakan lahan untuk menanam pohon dalam rangka pencanangan hari bumi nasional regional lll tahun 2015 ini.

Erni berharap, masyarakat Naioni agar dapat membantu PKK untuk merawat pohon yang ditanam ini. “Kita berharap, masyarakat Naioni dapat merawat dan memelihata pohon-pohon ini dengan baik sehingga tanaman yang kecil tumbuh menjadi pohon yang dapat memberikan kehidupan bagi masyarakat di kota tercinta ini,” harap istri Mendagri ini.

Erni juga menghimbau agar masyarakat NTT dapat memanfaatkan lahan kosong untuk menaman pohon demi masa depan generasi penerus. Jika tidak dilakukan hal-hal positif ini maka pada masa yang akan datang, alam ini semakin tidak bersahabat, dan warisan yang ditinggalkan untuk generasi berikutnya adalah bencana.

Sementara Ketua panitia dan juga ketua tim penggerak PKK provinsi NTT, Lusia Adinda Lebu Raya, mengatakan penanaman pohon bukan hal sepele namun hal yang sangat wajib kerena menanam pohon akan melestarikan hutan serta mendukung sumber air tanah di Flobamora tercinta ini.

Saat ini lanjut Lusia, ada 2.000 anakan yang disiapkan namun hanya 500 anakan yang akan di tanam hari ini, Pasalnya, kondisi air yang sulit di kelurahan Naioni sehingga hanya bisa ditanam 500 anakan saja. Sisanya akan ditanami masyarakat saat musim hujan mendatang.

Kemudian akan ditanam lagi di lokasi yang sama anakan pohon lainnya yakni Trambesi 100 pohon, Cendana 100 pohon, mangga 200 pohon, mahoni 100 pohon dan anakan sukun  50 pohon serta di tebarkan bibit ikan lele di beberapa lokasi yang akan disiapkan kemudian.

Walikota Kupang Jonas Salean, selaku tuan rumah menjelaskan, pihaknya selalu mendukung  untuk menata kota kupang agar indah dan asri sesuai dengan motto kota kupang yakni kota Kasih (Karya, Aman, Sehat, Indah dan Harmonis).

Jonas mengakui, kesulitan air memang masih terus mendera warga Kota Kupang yang saat ini sudah mencapai lebih dari 600.000 jiwa. Karena itu, terobosan berupa penghijauan menjadi pilihan terbaik sehingga kedepannya akan muncul sumber-sumber air untuk masyarakat kota ini. (bp)

Komentar ANDA?