Tangkap Kapal Penyelundup Rombengan, Diduga Terkait Upeti

0
240
Foto: Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Maumere Tommy Hutomo, Selasa (31/10), memberikan keterangan kepada pers tentang penangkapan kapal penyelundup rombengan

NTTsatu.com – MAUMERE  – Hampir puluhan tahun kapal-kapal yang membawa pakaian bekas atau rombengan tidak tersentuh aparat keamanan. Baru pada Jumat (27/10), Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Maumere menangkap sebuah kapal yang menyelundupkan rombengan. Diduga kuat tindakan tegas ini terkait upeti.

Terhadap dugaan ini, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Maumere Tommy Hutomo menjawab diplomatis. Dia mengatakan  masih mendalami  persoalan ini, termasuk ada tidaknya keterlibatan staf Bea dan Cukai Maumere. Penangkapan ini murni karena kapal tersebut melanggar UU Kepabeanan.

“Kalau ditanya tentang keterlibatan orang dalam, saya belum bisa berandai-andai. Kami lagi mendalami,” jelas Tommy Hutomo kepada wartawan, Selasa (31/10).

Dugaan keterlibatan orang dalam dan upeti yang tidak disetor  pemilik kapal, muncul karena selama ini bisnis pakaian rombengan selalu aman dan nyaman. Biasanya pakaian rombengan tersebut diangkut dari Singapura dengan menggunakan kapal-kapal kayu melewati Laut Flores. Belum pernah sekali pun kapal penyelundup rombengan ini ditangkap pada bisnis yang telah berlangsung kurang lebih 30-an tahun itu.

Tommy Hutomo menyebutkan dia baru menjalankan tugas dua minggu sebagai Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Maumere. Dan karena itu dia melakukan gebrakan, didukung Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jakarta dan Denpasar.

Meski demikian Tommy Hutomo belum mau memberikan keterangan secara detail tentang fakta-fakta yang terungkap saat penangkapan kapal penyelundup rombengan. Tentang barang bukti saja, dia tidak mau menyebutkan dengan alasan wartawan sudah menulisnya. Ketika ditanya ada sejumlah 400-an karung rombengan yang diloloskan, Tommy Hutomo tidak mau menjawabnya.

“Barang bukti kan teman-teman sudah lihat. Jadi sementara ini saya tidak mau menyebutkan jumlah barang, jenis barang seperti apa, karena kami betul-betul fix, kami takut pernyataan ini nanti jadi bukti di pengadilan kalau belum form betul,” alasan dia.

Ditanya tentang berapa saksi dan siapa-siapa saja yang sudah dimintai keterangan, lagi-lagi Tommy Hutomo beralasan masih pendalaman. Dia sama sekali tidak mau membocorkan fakta-fakta yang ada pada peristiwa penangkapan kapal penyelundup rombengan ini.

Ketidakterbukaan Tommy Hutomo kian mengundang dugaan bahwa penangkapan ini erat kaitannya dengan masalah upeti. (vic)

Komentar ANDA?