Target Listrik 35.000 MW Tidak Bisa Diturunkan

0
235

NTTsau.com – Beberapa hari lalu Presiden Joko Widodo baru saja melakukan peletakan batu pertama sekaligus meresmikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Batang, Jawa Tengah. PLTU berkapasitas 2×1000 MW, proyek yang dibangun hasil kerja sama pemerintah dan swasta ini menelan investasi lebih dari USD 4 miliar.
Proyek tersebut bagian dari megaproyek pembangkit listrik 35.000 MW, program andalan pemerintahan Jokowi-JK. Meski banyak yang meragukan dan sempat dikritik Menko Rizal Ramli, Menteri ESDM Sudirman Said yakin target dalam proyek ini bakal terealisasi.
“Presiden sudah mengatakan, target tidak akan diturunkan tapi tugas para menteri semuanya mencari solusi supaya target itu tercapai,” ungkap Menteri ESDM Sudirman Said dalam diskusi ‘Energi kita’ yang digelar merdeka.com, RRI, IKN, IJTI dan Sewatama di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (30/8).
Menteri Sudirman Said dengan bangga menyebutkan, setelah PLTU Batang beberapa proyek pembangkit listrik antre untuk mulai proses pembangunan. Salah satunya PLTU Cirebon dan Cilacap.
“Cirebon akan ekspansi, Tanjung Jati akan ekspansi, Cilacap juga akan ekspansi. Ini yang membuat saya optimis, saya kira kalau itu menggelinding, jalan, itu akan mendorong persiapan-persiapan proyek lainnya. Itu situasi di lapangan yang membuat saya yakin bisa diteruskan,” katanya.
Menteri Sudirman menambahkan proyek PLTU Cirebon akan diresmikan dalam waktu dekat. Dia mengklaim, langkah ini sebagai bukti keseriusan pemerintah mempercepat proyek pembangkit listrik 35.000 MW.
“Bulan-bulan ke depan akan ada terus groundbreaking, PPA dan dinamika luar biasa ke depan. Dalam waktu dekat Cirebon akan segera 1.000 MW, Sumsel 2×650 MW juga akan siap untuk groundbreaking, Cilacap juga nanti sedang kita atur jadwal supaya berjalan dengan baik,” jelas dia.
Mantan Dirut PT Pindad ini menjelaskan, proyek PLTU Batang yang baru dimulai pembangunannya beberapa hari lalu, pengerjaan konstruksinya saat ini sudah 20 persen.
“Tahun ini insya Allah sisa 7.000 MW, 4000-an akan selesai karena lebih dari 70 persen sisa-sisa proyek yang pembangkit listrik tahap I (era SBY) itu tingkat penyelesaiannya sudah di atas 80 persen.” (sumber: merdeka.com)

Komentar ANDA?