Tarian Dolo-Dolo Bakal Tembus Rekor Muri

0
489
Foto: Tarian kolosal dolo-dolo yang dilaksanakan di lapangan bola kaki desa Watoone, Witihama, Adonara, Flotim, Selasa, 26 September 2017

NTTsatu.com – ADONARA – Tarian dolo-dolo sebuah tarian khas warga Lamaholot (Adonara, Lembata, Solor, Alor dan Flores Timur Daratan) yang diikuti ribuan warga Adonara di lapangan Bola Kaki desa Watoone, Adonara, Flores Timur, Selasa, 26 September 2017 petang bakal masuk Rekmor Museum Republik Indonesia (Muri).

Tarian dolo-dolo yang digelar dalam rangkaian acara peresmian kantor USPD, Bank NTT di Waiwadan, Adonara Barat, pulau Adonara Kabupaten Flores Timur (Flotim). Bank NTT juga menghibur masyarakat setempat dengan berbagai acara antara lain pesta kembang api sekitar 40 menit, dan acara hiburan dengan menghadirkan Mario Klau dan penyanyi lainnya dari Jakarta.

Tarian dolo-dolo itu diikuti oleh Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, Forkompimda Provinsi NTT dan Flores Timur, Bupati Flotim dan wakil bupati Flotim serta sejumlah pejabat dari Kupang dan Larantuka.

Tarian kolosol dolo-dolo itu diikuti sekitar 5.000 orang lebih dan dihadiri oleh pihak Muri yang kemudian mencatatnya sebagai salah satu rekor Muri. Dua utusan Muri yang hadir yakni
Awan Rahargo (Senior Manager MURI) dan Andre Purwandono  (Asisten Manager MURI).

Usai tarian dolo-dolo itu, pihak MURI mengumumkan kalau mereka sudah mengambil beberapa catatan yang akan dikaji untuk memastikan apakah tarian kolosal ini bisa tercatat dana rekor MURI atau tidak.

“Kami sudah mencatatnya dan akan melakukan ferifikasi untuk memutuskan apakah tarian dolo-dolo dengan peserta lebih dari 5000 orang ini bisa masuk rekor MURI atau tidak,” kata Andre Purwandono.

Muri malam itu menganugerahkan penghargaan kepada Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dan Dirut Bank NTT, Eduardus Bria Seran yang menginisiasi kegiatan ini. (bp)

Komentar ANDA?