Tarik Guru Negeri Sama Dengan Matikan Sekolah Swasta

0
266
Foto: Rapat Dengar Pendapat antara Komisi V DPRD NTT dan Dinas P dan K Provinsi NTT, Jumat, 10 Juni 2016

KUPANG. NTTsatu.com – Rencana pemerintah untuk menarik semua guru negeri yang sedang mengabdi di sekolah-sekolah swasta sama dengan pemerintah ingin mematikan sekolah-sekolah swasta yang sudah sekian lama berkontribusi memajukan dunia pendidikan.

Pernyataan ini merupakan salah satu kesimpulan  yang diambil dalam rapat dengar pendapat antara Komisi V DPRD NTT dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT di ruang rapat Komisi V, Jumat, 10 Juni 2016. Hadir dalam rapat itu Ketua Komisi V DPRD NTT, Winston Rondo dan beberapa anggota Komisi serta Kepala Dinas P dan K Provinsi NTT, Sinun Petrus Manuk dan para Kepala Bidang dinas tersebut.

Berbagai hal yang diperbincangkan dalam rapat dengar pendapat tersebut seputar pendidikan di Nusa Tenggara Timur. Namun ketika pembicaraan mengenai rencana pemerintah pusat untuk menarik semua guru negeri dari sekolah-sekolah swasta, semua peserta rapat  menyatakan keberatan.

Sinun Petrus Manuk mengatakan, jumlah sekolah swasta mulai dari tingkat SD hingga SMA dan SMK lebih banyhak dari jumlah sekolah negeri. Karena itu sangat banyak guru negeri yang diperbantukan di sekolah-seklah swasta dan ini berlangsung sudah sangat lama.

“Jika memang harus ditarik maka pemerintah dengan tahu dan mau ingin mematikkan sekolah-sekolah swasta yang selama ini memberikan kontribusi yang sangat besar dalam memajukan pendidikan,” katanya.

Sementara Winston Rondo mengatakan, provinsi NTT beda dengan daerah lainnya, karena itu aturan pemerintah itu tidak bisa disamaratakan untuk semua daerah.

“Khusus untuk NTT, Misi dan Sending sudah mendirikan sekolah-sekolah swasta sejak ratusan tahun silam dan sekolah-sekolah itu masih ada sampai sekarang dan telah memeberikan kontribusi yang tidak sediki dalam membangun daerah ini, karena itu pemerintah tidak bisa secara serta merta memberlakukan aturan tersebut,” tegasnya.

Manuk kesempatan itu juga mengatakan, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya sudah menyurati Presiden untuk meminta agar peraturan yang menarik guru-guru negeri dari sekolah-sekolah swasta tidak bisa diberlakukan di NTT.

“Pak Guernur sudah menyurati Presiden, mjudah-mudahan ada kebijakan pusat yang tidak memberlakukan aturan ini untuk daerah kita,” katanya. (bp)

Komentar ANDA?