Telkom Peduli ‘Webinar” Untuk Lembata 

0
924

NTTsatu.com — LEMBATA — “Internet sangat penting tidak saja untuk pembelajaran saat pandemi tetapi juga penting bagi guru dan siswa untuk belajar dengan sumber yang lebih kaya. Tetapi bagi Yayasan dan sekolah baru, seperti SMARD, tentu tidak mudah menfasilitasi sarana ini. Itula jadi alasan, mengapa sekolah baru ini perlu dibantu”, demikian Karama Bajher dalam wawancara jarak jauh, 14 Agustus 2020.

Bagi Karama, yang merupakan Kepala Telkom Flores – Lembata, apa yang dilakukan Telkom hanyalah berbagi berkah di tengah covid agar pembelajaran bisaberjalan lancar dan aman. Dengan bantuan itu, sekolah diharapkan dapat memiliki akses lebih baik terhadap informasi.

Terhadap bantuan ini, Wilem Lodjor, pendiri Yayasan Koker mengungkapkan rasa hormatnya. “Di tengah pandemi seperti ini, bantuan itu datang dan sangat tepat menjawabi permasalahan. Ini sesuatu yang tersambung begitu alamiah.Di satu pihak sekolah punya kerinduan memiliki fasilitas internet dan pada saat bersamaan, Telkom justru hadir menjawabi kerinduan itu,” lanjut Lodjor yang juga merupakan promotor tinju nasional.

Pembelajaran Bermakna

Menyambut fasiltas yang sudah disediakan PT Telkom, Yayasan Koker dan SMARD langsung beraksi. Yang dilakukan adalah webinar bertaraf nasional. Niko Hukulima, Ketua Panitia Webinar, menyatakan bahwa momen ini digunakan untuk memahami dan melaksanakan pembelajaran bermakna menggunakan internet.

Menurut putera Watuwawer yang sekaligus sekretaris Yayasan Koker mengatakan, kebetulan Yayasan Koker memiliki SDM yang siap untuk webinar dan telah menjadi pembicara dalam berbagai even guru nasional: Robert Bala (narasumber webinar, penulis buku dan penulis di Kompas) dan Dr Damianus Dai Koban, M.Pd, doktor pendidkan yang barusan menyelesaikan studi S3 di Universitas Negeri Jakarta.

Kegiatan ini akan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi NTT. Dalam pesan singkatnya, Linus Lusi Making, M.Pd, menekankan bahwa webinar diharapkan juga mengelaborasi penyederhanaan kurikulum yang telah dikeluarkan oleh Kemendikbud.

Selain itu Silverster Samon, Kadis PPO Lembata juga akan memberikan wejangan awal. Karena, guru-guru di Lembata diharapkan akan dihimbau untuk memanfaatkan momen langka ini dengan baik. Dengan hanya berkontribusi Rp 50.000, dan mendaftar pada link http://bit.ly/webinarsmard2020, peserta dapat mendapatkan E-Sertifikat.

Ketika ditanyakan tentang ‘Pembelajaran Bermakna’ sebagai tema Webinar, Robert Bala, lulusan dari Universidad Pontificia Salamanca mengaakan, pembelajaran bermakna tidak hanya terjadi di tengah pandemi. Ia merupakan tuntutan abad 21. Tapi gerak kita masih lambat. “Beruntung, covid-19 datang dan memaksa kita untuk menerapkan pembelajaran abad 21.

Lebih jauh, penulis buku Creative Teaching, Mengajar Mengikuti Kemauan Otak dan buku Menjadi Guru Hebat Zaman Now mengatakan bahwa banyak sekolah yang telah menyadari pentingnya pembelajaran daring seperti ini. Di sana siswa maupun guru dapat mengakses informasi melalui internet.

Namun, demikian lanjutnya, kerap orang masih gamang dalam menggunakan internet. Banyak orang karena ada fasilitas internet, lalu mengajar secara synchronous menggunakan perangkat seperti zoom, google meet dengan cara seperti di dalam kelas. Dalam survei yang dilaksanakan oleh KPAI, hal itu hanya efektif 19%.

Terselenggaranya kegiatan webinar ini menurut Robert, tidak bisa dilepaskan dari peran Telkom. Telkom Lembata sangat sigap dan segera melayani kebutuhan pendidikan, hal mana ditunjukkan dengan pemasangan Indihome di SMARD.

Terkait pelaksanaan Webinar, Supervisor Telkom Lembata, Petrus Roy, menjamin bahwa webinar yang dilaksanakan akan terlaksana dengan baik. Dengan kekuatan 100 MpBs, maka kegiatan ini akan bisa diakses oleh banyak guru. Bagi guru yang belum memiliki fasilitas internet, dapat hadir langsung di SMARD. Selain itu, Roy menambahkan, Telkom Lembata akan menyiapkan genset demi mengantisipasi adanya pemadaman listrik.(*/tim/bp)

Komentar ANDA?