Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19, Bupati Don Lantik Tujuh Penjabat Kades

0
661

NTTsatu.com — NAGEKEO — Dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan Covid-19, salah satunya penerapan social distancing dan physical distancing, Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, melantik Tujuh orang Penjabat Kepala Desa di wilayah Kecamatan Mauponggo. Acara pelantikan ke tujuh orang Penjabat Kepala Desa tersebut berlangsung di Aula Kantor Camat Mauponggo, Kamis (2/7).

Don Bosco mengingatkan kepada tujuh orang Penjabat Sementara (PJs) Kepala Desa yang baru dilantik agar dapat memiliki sifat kepemimpinan yang arif dan bijaksana dalam menyikapi dan meyelesaikan secara baik setiap persoalan yang terjadi serta mampu mengayomi masyarakat serta memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Don Bosco mengatakan, Penjabat Kades yang baru dilantik harus menjalankan dua fungsi tugas yakni, tugas umum dan tugas khusus. Tugas umum yakni Penjabat Kepala Desa harus mampu menyelenggarakan roda pemerintahan desa seperti, pembinaan kemasyarakatan desa dan pemberdayaan masyarakat desa yang telah ditempatinya tersebut.

Sementara tugas khusus, lanjut Don Bosco, mempersiapkan kelancaran dan kesuksesan pemilihan kepala desa periode berikutnya. Selain penyelenggara pemerintah desa, ada tugas pemberdayaan masyarakat. Dalam beberapa bulan kedepan ada tugas khusus yakni menyelenggarakan pemilihan kepala desa. Disamping itu layanan kita pada hak hakiki warga desa untuk memilih pemimpinnya harus kita jamin agar prosesnya benar-benar langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil (Luberjurdil).

“Para Penjabat Kades harus bisa menempatkan diri dalam posisi netral. Kadang dalam konstelasi politik ada godaan ” Amplop”. Penjabat Kades harus kuat dan jaga netralitas dan godaan ini,” tandasnya.

Don Bosco menjelaskan, tugas Penjabat Kades harus menjaga ketertiban dan cegah potensial konflik horizontal dilevel masyarakat. Kalau ini terjadi, tidak ada maaf bagi Penjabat Kades tersebut. “Saya berharap ke tujuh orang Penjabat Kades yang telah diambil sumpah dan dilantik pada hari ini adalah pemimpin yang ditujuk, bukan dipilih. Dan kapan yang menunjuk tidak percaya lagi, maka harus diganti,” tegasnya.

Masa penanganan covid belum selesai, kata dia sampai saat ini kita berhasil pemberdayakan level keluarga dan RT, dusun lingkungan, desa kelurahan dan kecamatan dalam menangkal laju penyebaran covid-19.

Dikatakannya lagi keberhasilan ini harus tetap dijaga. Jangan lengah. Begitu lengah kita jebol. Faskes tidak mampu menangani. Ini penyakit yang sangat berbahaya dan mudah menyebar. Daerah yang tidak berhasil memberdayakan keluarga, dusun lingkungan, berujung sampai pemberi pelayanan medis tumbang satu per satu. Ini tidak boleh terjadi di tempat kita, lebih khususnya lagi di wilayah yang ada Penjabat Kades. Maka pekerjaan kita adalah tetap mengingatkan keluarga dusun maupun RT untuk tetap jaga ini. Terima kasih, Kecamatan Mauponggo sejak awal ketat sekali.

“Kita tegas. Karantina ataupun isolasi kita lakukan secara baik,” tuturnya.

Disisi lain, lanjut Don Bosco, kita juga urus jaringan pengaman sosial bagi keluarga-keluarga yang rentan miskin. Ada PKH, ada sembako, sembako diperluas. Juga kelompok rentan dalam dunia kesehatan seperti ibu hamil, balita, jompo. Mereka yang punya penyakit kronis kita perhatikan asupan gizinya.

“Ada BST, BLT, Kabupaten juga alokasikan dana untuk siapkan cadangan beras 700-an ton mengantisipasi manakala ke depan ada kondisi rawan pangan, di zona kuning ataupun merah,” pangkasnya.

Untuk dampak sosial ekonomi, lanjut Don Bosco, secara keseluruhan untuk masyarakat, petani pedagang, kita harus jaga. Pedagang yang salesnya turun kita bantu. Petani kalau susah menjual, kita bantu.

Dikatakannya kita pilih padat karya tunai. Mulai dengan irigasi Mbay. Semua orang Nagekeo ada di sana. Agar produktifitas padi, ketersediaan beras dalam daerah bisa terjamin dg baik. Ini pilahan-pilihan kita.

Di desa, kata dia melalui Kementerian Desa, menu-menu dana desa dibuka untuk padat karya tunai pedesaan. Cek jangan sampai penyesuaian APBD kemarin masih meleset. Pilihan lebih pada infrastruktur pertanian. Tidak lagi rabat, jalan, dll.

“Tidak semua pohon cengkeh berbunga. Saatnya sekarang kita gali sebabnya. Dana desa dipakai untuk pohon cengkeh dapat makanan bernutrisi. Petani dapat bantuan uang, jangan foya-foya, tapi rawat pohon cengkeh agar ke depan dia bisa menghasilkan banyak,” tuturnya.

Don Bosco menyampaikan, ada irigasi teknis beberapa ratus ha, mulai dari paling barat, sampai di sini. Saluran air benar-benar bocor. Dengan dana desa, kita perbaiki agar air bisa dipakai maksimal.

Pada kesempatan yang sama anggota DPRD Kabupaten Nagekeo asal Kecamatan Mauponggo, Patrisius Bhoko, mengucapkan selamat kepada 7 orang Penjabat Kades.

” Kami berdoa  dan berkeyakinan mereka yang mendapatkan kepercayaan dengan baik dan penuh tanggung jawab ini, mampu menjaga kepercayaan dan amanah yang ditugaskan dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Patrisius berharap ke-tujuh orang Penjabat Kades yang baru dilantik akan mampu menunjukkan karya yang nyata serta kinerja yang tinggi bagi kepentingan masyarakat dan kepentingan Kabupaten Nagekeo.

“Saya meminta kepada Penjabat Kades yang baru dilantik ini, untuk memberi perhatian lebih, berkoordinasi dengan Camat, berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, agar dapat melanjutkan proses pencarian dana desa, serta membantu BLT, BST bagi masyarakat yang berhak menerimanya,” katanya.

Hasil yang dihimpun oleh awak media para Penjabat Kades yang dilantik masing-masingnya, Desa Woewolo, Penjabat Kadesnya Viktorianus Mere, Desa Maukeli, Penjabat Kades, Remigius Raga, Desa Aewoe, Penjabat Kadesnya, Phelipus Benisius Raga, Desa Woloede, Penjabat Kadesnya Albertus Lape, Desa Wuliwalo, Penjabat Kadesnya, Aditya Pratama Sutrisno, Desa Lodaolo, Penjabat Kadesnya Crispianus No, dan Desa Sawu, Penjabat Kadesnya, Krispianus Ea.

Turut hadir dalam acara tersebut, Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do didampingi Ketua PKK Tingkat Kabupaten Nagekeo, Ny. Eduarda Yayik Pawitra Gati, Kabag Humas dan Protokoler Pemda Nagekeo, Silvester Teda Sada, anggota DPRD Nagekeo, Patrisius Bhoko, Adrianus Watu, Marselinus Siku, Camat Mauponggo, Leonardus Loda serta para staf ahli Bupati Nagekeo dan tokoh adat, tokoh agama dan para mantan Kepala Desa serta masyarakat. (atty tim)

=======
Foto: Tujuh orang Penjabat Kepala Desa di wilayah Kecamatan Mauponggo berdiri baris berpakaian putih-putih untuk diambil sumpah oleh Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do.  aula Kantor Camat Mauponggo, Kabupaten Nagekeo.

Komentar ANDA?