Terima Tim Tanoto Foundation, Gubernur Tegaskan Pengentasan Stunting Dengan Semangat Konvergensi

0
660

NTTSATU.COM — KUPANG — Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menerima audiensi tim Tanoto Foundation di ruang kerja Gubernur, Senin (6/12).

Tim yang dipimpin Eddy Henry, Head of Early Childhood Education and Development (ECED) Department Tanoto Foundation, menyerahkan laporan akhir Program Pemulihan Pasca Bencana Siklon Tropis Seroja melalui Program Paket Anak Sigap dan Layanan Dukungan Psikososial yang telah dilaksanakan oleh tim Tanoto Foundation sejak bulan Juni 2021.

Dalam kesempatan tersebut, Eddy juga mengungkapkan rencana Tanoto Foundation tahun 2022 untuk terlibat dalam mengatasi masalah stunting di NTT.

Gubernur VBL memberikan apresiasi yang tinggi terhadap karya sosial yang telah dilakukan oleh Tanoto Foundation. Gubernur juga menyambut positif keinginan Tanoto Foundation untuk terlibat dalam pengentasan stunting.

“Kerja bantu orang tak perlu minta restu. Itu kerja nyata. Terima kasih untuk tawarannya. Dalam mengatasi stunting, semangat konvergensi itu penting. Walaupun angka stunting kita sudah turun dari angka 40-an persen saat kami mulai memimpin (September 2018, red) menjadi 20,9 persen saat ini, namun angka tersebut masih cukup tinggi. Masih ada sekitar 80.909 anak stunting sampai hari ini (di NTT) yang butuh perhatian semua pemangku kepentingan, ” jelas Gubernur Viktor.

Menurut Gubernur VBL, masalah stunting perlu perhatian semua pihak. Pertama tentu pemerintah. Kedua lembaga-lembaga agama, terus lembaga pendidikan, LSM, para pengusaha dan pihak-pihak lainnya.

“Semua berkolaborasi. Kita harus siapkan pemahaman sejak remaja puteri. Kita mesti bentuk prilaku dan mindset mereka sejak dini. Sehingga saat mengandung, mereka sadar akan pentingnya makan-makanan bergizi, tak perlu dipaksa atau diatur lagi, ” jelas Gubernur VBL.

Lebih lanjut Gubernur mengungkapkan pengentasan masalah stunting berhubungan dengan visi untuk membentuk generasi unggul di tahun 2045. Apalagi di NTT punya banyak sumber makanan yang bergizi.

“Saya ajak Tanoto Foundation untuk terlibat dalam menghasilkan makanan tambahan untuk stunting dari pangan lokal. Kita punya kelor terbaik di dunia,umbi-umbian yang bergizi, ikan dan rumput laut yang terbaik. Kalau semua ini bisa diolah untuk jadi makanan tambahan untuk stunting, tentu ini juga akan menggerakan ekonomi masyarakat,” jelas Gubernur Viktor.

Sementara itu, Eddy Henry, Head of ECED Department Tanoto Foundation menjelaskan dua program yang telah dijalankan oleh Tanoto Foundation yakni Program Paket Anak Sigap di Kelurahan Naioni dan Penfui Timur serta Layanan Dukungan Psikososial di Kelurahan Naibonat dan Desa Noelbaki. Sasaran program dan layanan ini adalah untuk anak usia 0-6 tahun dan orangtua.

” Dari hasil pendampingan dan pengamatan tim kami, kami memberikan beberapa rekomendasi di antaranya perlunya penguatan program edukasi pengasuhan bagi orang tua yang miliki anak usia 0-6 tahun,penyediaan satuan pendidikan yang berkualitas untuk anak usia dini di desa atau kelurahan, penguatan kapasitas guru dan fasilitator pendamping anak dan orang tua, penguatan strategi dan kurikulum kegiatan untuk anak usia dini, serta pelibatan berbagai pihak baik itu pemerintah, swasta, lembaga keagamaan dan organisasi kemasyarakatan,” jelas Eddy.

Selanjutnya Eddy mengungkapkan pada tahun 2022, Tanoto Foundation berkeinginan untuk terlibat dalam mengatasi persoalan stunting di NTT.

“Kita akan bekerja sama dengan UNICEF untuk hal ini. Kita akan mulai pendampingan dari remaja puteri,”pungkas Eddy.

Untuk diketahui Tanoto Foundation merupakan sebuah organisasi filantropi independen yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto pada tahun 1981 atas dasar keyakinan bahwa setiap individu harus mempunyai kesempatan untuk mewujudkan potensinya secara penuh.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Staf Khusus Gubernur Stef Bria Seran dan Anwar Pua Geno, Government relationship Tanoto Foundation, Adhitya Priambodo , ECED Program Specialist, Arnoldus Paut, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak NTT serta Kepala BPBD NTT. (sipers)

Komentar ANDA?