Tetangga Shalat Tarawih, Yansen Embat Rp 5 Juta

0
394

NTTsatu.com – MAUMERE – Yansen Siwa, warga Jalan Anyelir 3 Perumnas Kelurahan Madawat kecamatan Alok, Maumere, kini harus meringkuk di sel Mapolres Sikka. Dia berhasil mengembat Kartu ATM BRI milik seorang tetangganya yang saat itu sedang shalat tarawih. Dia lalu menarik uang sebesar Rp 5 juta dari ATM milik Nurjanah.

Uang sebanyak itu kemudian dihabiskannya dalam waktu sekejap. Informasi yang dihimpun media ini, tukang ojek berusia 31 tahun tersebut menghabiskan uang dengan berjudi dadu regang dan membeli minuman beralkohol.

Kapolres Sikka Rickson PM Situmorang melalui Kasat Reskrim Bobby J Mooynafi menjelaskan kasus ini terungkap setelah Nurjanah melaporkan tindakan pidana pencucian uang kepada SPKT Polres Sikka, Selasa (5/6) kemarin. Dalam waktu tidak terlalu lama, hanya 30 menit saja setelah korban melaporkan peristiwa tersebut, aparat kepolisian berhasil menciduk pelaku dari rumahnya.

Dalam laporannya Nurjanah menerangkan bahwa peristiwa itu terjadi pada Kamis (31/5), sekitar pukul 18.26 Wita. Saat sedang tarawih, korban menerima SMS Banking dari BRI yang memberikan pesan penarikan tunai dari ATM berjumlah Rp 2.500.000. SMS Banking tersebut sebanyak dua kali.

Terkejut dengan dua kali SMS Banking, Nurjanah langsung memeriksa Kartu ATM BRI miliknya. Ternyata dia tidak menemukan Kartu ATM BRI pada tempat yang biasa dia simpan. Sadar bahwa Kartu ATM BRI hilang dan telah terjadi penarikan uang sebanyak Rp 5 juta, keesokan harinya korban pun langung mengklarifikasi ke Kantor BRI Cabang Maumere.

Manajemen Kantor BRI Cabang Maumere pun mengecek transkasi uang melalui ATM BRI. Setelah dicari tahu ternyata penarikan uang dari ATM milik Nurjanah terjadi di Counter ATM yang terletak di Kantor BRI Unit Pahlawan di Jalan Anyelir. Dari CCTV yang terpasang di conunter tersebut, langsung diketahui bahwa penarikan tersebut dilakukan oleh Yansen Siwa. Berdasarkan informasi dan bukti-bukti yang ada, pada Selasa (5/6), Nurjanah langsung melaporkannya ke SPKT Polres Sikka.

Bobby Mooynafi menjelaskan pelaku pencucian uang mengetahui nomor PIN Kartu ATM mili Nurjanah. Pelaku mengetahuinya karena pernah diminta bantuan Nurjanah untuk mengantar Kartu ATM kepada suami pelaku yang tinggal di Bolowolon Desa Tanaduen Kecamatan Kangae. Saat itu Nurjanah juga mencatat nomor PIN. Suami korban tidak menerima Kartu ATM tersebut dan meminta pelaku mengembalikan kepada korban.

Ketika menyerahkan kembali Kartu ATM, pelaku melihat tempat di mana korban menyimpan Kartu ATM tersebut. Kemudian pelaku berhasil mengambil Kartu ATM setelah mengetahui korban sedang mengikuti shalat tarawih.

Atas perbuatannya, Yansen Siwa terjaring Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 5 tahun. Kini penyidik tengah meminta keterangan dari pelaku, korban, dan para saksi.  (vic)

 

Foto: Yansen Siwa (tengah), pelaku pencucian uang diamankan aparat kepolisian;

Komentar ANDA?