Teten Masduki Kampanyekan Pentingnya Konsumsi Ikan

0
170
Foto: Sosialisai Pentingnya makan ikan di Pantai Oeba Kupang, Jumat, 28 April 2017

NTTsatu.com – KUPANG – Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Teten Masduki mengkampanyekan program pentingnya konsumsi ikan sebagai makanan sehat keluarga. Mengkonsumsi ikan secara rutin dapat meningkatkan gizi masyarakat agar siap membangun bangsa.

Hal ini disampaikan Teten Masduki ketika bertemu dengan komunitas perempuan di Pantai Oeba dan Kelurahan Lasiana, Kota Kupang NTT, Jumat (28/4).

Pertemuan ini dilakukan dalam rangka Kampanye Makan Ikan, untuk meningkatkan gizi masyarakat melalui konsumsi ikan dan menggerakkan industri perikanan, termasuk industri perikanan rumahan.

Diskusi pagi hari dilakukan Teten dengan nelayan yang baru kembali dari melaut dan sedang lelang ikan di Pantai Oeba. Dilanjutkan dengan melihat kegiatan kelompok perempuan yang mengolah makanan berbahan ikan seperti abon dan dendeng ikan. Kelompok-kelompok ini adalah anggota Sekolah Perempuan binaan Pondok Pergerakan, LSM lokal di Kupang yang menjadi mitra kerja KAPAL Perempuan dan Program MAMPU.

Dalam pertemuan itu Teten menekankan pentingnya konsumsi ikan sebagai makanan sehat keluarga. Mengingat 1 dari 3 orang Indonesia menderita kekurangan gizi. Menurutnya, mengkonsumsi ikan secara rutin dapat meningkatkan gizi masyarakat agar siap membangun bangsa.

“Perempuan berperan penting dalam menentukan makanan sehat bagi keluarganya, dan Ibu rumah tanggalah yang biasanya memutuskan pola konsumsi keluarganya,” tegas Teten.

Tidak hanya itu, industri perikanan dapat menjadi alternatif sumber penghasilan keluarga. Besarnya peran perempuan di Kupang dalam mengolah hasil tangkapan ikan menjadi produk makanan siap jual, berpotensi memajukan industri perikanan rumahan.

Peningkatan gizi menjadi salah program utama Pemerintah untuk memperkuat kemampuan sumber  daya manusia Indonesia sehingga mampu berkompetisi di dunia.

“Saat ini, pemerintah berencana meningkatkan pendapatan masyarakat dan negara dari industri perikanan, termasuk industri perikanan rumahan,” katanya.

Sementara itu Kedutaan Besar Australia, Belinda mengatakan, Perempuan jangan takut untuk berpartisipasi dalam diskusi ataupun bersosialisasi dengan  masyarakat maupun kaum Laki-laki yang menjadi patokan diskusi publik.

“Perempuan harus bersaing, menempatkan diri dalam diskusi publik dan bisa dengan tegas memberikan pendapatnya. Semakin banyak perempuann Indonesia yang mampu memberdayakan sumber daya alam di daerahnya untuk memenuhi kebutuhan ekonominya, maka akan semakin baik untuk perkembangan kehidupannya,” kataya.

Destri Handayani, Kepala Subdirektorat Pemberdayaan Perempuan, Belinda dari kedutaan besar Australia, Pengarusutamaan Gender dan beberapa dinas terkait seperti Dinas Perikanan dan Pariwisata turut hadir dalam diskusi yang ditutup dengan makan bersama dengan menu ikan tersebut.

Program MAMPU yang berfokus pada kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dan dengan sekitar 2.000 kelompok perempuan akar rumput di 27 provinsi di Indonesia, mendukung Kampanye Makan Ikan untuk meningkatkan pengetahuan perempuan tentang pentingnya makanan sehat untuk keluarga dan peranan perempuan dalam industri perikanan.

Kampanye ini sejalan dengan salah satu dari 5 area tematik MAMPU yaitu “meningkatkan status kesehatan dan gizi perempuan.” Di area tematik ini, MAMPU bersama mitra-mitranya berusaha untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan agar memenuhi kebutuhan Kesehatan dan nutrisi perempuan, melalui perumusan dan pelaksanaan kebijakan.(ambu)

Komentar ANDA?