Thomas Ola Sumbang Perpuluhan Gaji Perdana Untuk SMA SKO SMARD

0
1228

 

Hal ini merupakan tanggapan atas permohonan Ketua Yayasan, Robert Bala, dalam sambutan online pada hari Kamis, 9 September 2021. Pada saat itu Robert mengungkapkan bahwa pembanguann sekolah ini sungguh swadaya dan diberi dari kekurangan. Karena itu, kepada para hadirin, penulis Kompas dan juga penulis beberapa buku di Gramedia Pustaka Utama mengungkapkan permohonan kepada hadirin untuk menyumbang cukup satu sak semen.

Thomas juga mengajak Kepala OPD yang hadir untuk memberi ‘bahkan lebih dari bupati karena gaji para Kepala SKPD itu lebih besar dari bupati, demikian ucapan Thomas yang diikuti dengan tepuk tangan.

Pada bagian lain, Plt bupati mengharpkan agar Camat Nubatukan dan Lurah Selandoro bisa membantu menata jalan masuk SMA SKO SMARD sepanjang 150 meter. “Kalau kalian atasi jalan ini, maka yang akan dikenang bukan bupati tetapi siapa camat dan siapa lurahnya”, demikian ungkap plt bupati yang rencananya akan dilantik pada Rabu 15 September yang akan datang.

Dengan adanya gedung tersebut, kata Thomas, maka Yayasan, para guru, perlu melaksanakan amanah yang diberikan orang tua. Hal itu diungkapkan dengan sangat terharu hingga mengeluarkan air mata. Thomas mengatakan bahwa sebelum kegiatan ia sempat menanyakan kepada orang tua yang hadir alasan mengapa mereka mempercayakan anaknya di SMARD. “Orang tua merasa bahagia dan sangat percaya pada SMARD, karena itu kepercayaan itu harus terus dijaga.

Dalam sambutannya, Robert Bala, Ketua Yayasan Koker Niko Beeker, secara online dari Jakarta mengungkapkan bahwa segala sesuatu yang diyakini, akan terjadi. Bagi Yayasan Koker Niko Beeker, ‘everything is possible’ segala sesuatu adalah mungkin bagi orang yang percaya. Tidak ada yang mustahil dibawa terik matahari bagi orang yang mengandalkan Tuhan dalam ziarah hidupnya.

Demikian intisari yang disampaikan oleh Robert Bala, ketua Yayasan Koker Niko Beeker secara online dari Jakarta. Pada kesempatan peletakan batu pertama yang dilaksanakan pada Kamis, 9 September, Ketua Yayasan yang sekaligus kolumnis di Harian Nasional Kompas mengungkapkan bawha alam merekam segala kebaikan yang dilakukan dengan tulus.

Robert memberi dua contoh menggugah. Baginya, pada tanggal 4 Agustus 2018, saat baru 2 minggu menempati gedung sekolah sewaan di rumah pak Frans Making, saat itu Dr Thomas Ola Langoday sebagai wakil bupati Lembata menjadi narasumber seminar Industri Olahraga, Peluang dan Tantangan. Hal itu terulang lagi pada Kamis 9 September 2021. Pribadi yang sama, Dr Thomas Ola hadir di tempat yang sama tetapi sudah sebagai bupati Lembata.

Kejadian mirip terjadi 14 Juni 2021 saat Dr Thomas Ola Langoday menghadiri peresmian makam Pater Conrard Beeker, SVD di Watuwawer sebagai wakil bupati. Tiga bulan kemudian, Dr Thomas Ola Langoday hadir di rumah Koker sudah sebagai bupati.

Ini semua menjadi bukti bahwa alam merekam kejujuran, ketulusan, dan mengembalikannya dalam bentuk kesehatan, kesuksesan, keberhasilan, dan jabatan. Demikian sambutan yang disambut tepuk tangan peserta yang hadir di SKO San Bernardino Lembata, yang terletak di Selatan Pasar Lamahora.

Robert Bala juga mengungkapkan bahwa bukti akan rekaman alam ini merupakan sharing dari apa yang dihidupi dari Yayasan Koker. Ada lima nilai yang selama ini menjiwai Yayasan Koker yaitu: Kejujuran, Komitmen, Kepedulian, Kontribusi, dan Kolaburasi.

Gudang Prestasi

Meski baru berdiri 5 tahun, tetapi dalam bidang keolahragaan, SMARD telah menghasilkan beberapa prestasi. Menurut Kepala Sekolah Marlin Baok, M.Pd, siswa-siswi SMARD telah menjadi juara Kempo dan Taekwondo dalam event pertandingan tingkat propinsi yang diselenggarakan 2 tahun lalu di Ruteng.

Selain itu, para siswa SMARD juga telah menjadi atlit Paralayang yang didik oleh Pemda Lembata. Selain itu selama 2 tahun berturut-turut, SMARD menjadi juara voley tingkat SMA di Lembata. Pada event pertama, sudah menyabet Runner Up dan tahun berikutnya menjadi juara pertama dengan meraih piala penghargaan.

Adanya prestasi yang diraih dari tahun ke tahun sebenarnya tidak terlepas dari misi SMARD ABCDE; menghasilkan Atlit, Berprestasi, Cerdas, Dijiwai, Enterprenuership. Sejak awal, para siswa diarahkan untuk mencapai tingkat tertinggi. Meski di tengah keadaan yang sederhana tetapi cita-cita harus setinggi langit.

Bupati Terharu

Dalam sambutannya, Plt Bupati Lembata menceritakan komunikasi sederhana yang dijalin sebelum acara peletakan. Kepada orang tua, Thomas menanyakan kepada orang tua tentang kesan mereka bersekolah di SMARD dan mereka mengungkapkan kepercayaan mereka.

Terhadap jawaban mereka yang sangat mendalam, plt bupati terhenti melap air mata. “Inilah kepercayaan yang sangat besar dan tulus dan Yayasan dan guru harus terus menjaganya: “Hari ini sekolah ini boleh berada di sini dan sebentar lagi untuk mendidik anak anak kita secara merdeka. Kita boleh menyaksikan mereka belajar secara merdeka untuk masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Harapan yang sama diungkapkan Sr. Euphemia, CB yang hadir juga mendoakan keberhasilan pendidikan di SMA SKO SMARD. Mengawali doanya, Sr Emi, CB demikian panggilannya mengungkapkan bahwa kehadirannya karena pertemanan dengan Pak Robert sebagai ketua Yayasan. Ia sungguh tidak mengetahui adanya sekolah yang ternyata dirancang dengan baik.

Selain itu, Sr Emi berpesan bahwa di SMA SKO SMARD sudah ada dua siswanya dari SMP St. Pius X Lewoleba. Ia berharap agar para guru menjaga kepercayaan. “Kalau dua siswa ini belajar dengan senang maka tahun berikutnya, pasti adik-adiknya di st. Pius juga akan ke SMARD.

Acara yang berlangsung dari pkl 09.00 – 11.00 ini selain dihadiri oleh Plt. Bupati Lembata,Thomas Ola, juga didampingi Kadis Koperindag Longginus Lega, Asisten III Wenseslaus Ose, Camat Nubatukan Frans dangku, dan sejumlah kepala OPD lain serta Lurah Lewoleba Timur berkesampatan melihat secara langsung sejumlah ruang belajar siswa. (*/gan)

Komentar ANDA?