Tidak Benar Isu Tim Evas Money Politik di Aewoe

0
902
Foto: Paket EVAS (Elias - Vasi) Nomor urut 3 PIlkada Nagekeo

HAK JAWAB PAKET EVAS ATAS DUGAAN MONEY POLITIK

 

NTTsatu.com – KUPANG – Dugaan money politik yang dilaporkan Warga Desa Aewoe, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, yang bernama lengkap Hendrika Mariana Silvana Dede Mo (53) kepada Panwaslu Kabupaten Nagekei dalam Pemilukada Kabupaten Nagekeo periode 2018-2023 adalah tidak benar.

Upaya bagi-bagi uang tersebut terjadi pada hari Sabtu (23/6) sekitar pukul 21: 00 WITA. Pelaku menggunakan modus dengan cara membeli rokok di kios milik pelapor. Pelaku yang bernama lengkap Marselinus Ngala (40) tahun asal kampung Arkutu, Desa Bela, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, pada saat itu memberikan uang sebesar Rp. 100. 000, ( seratus ribu rupiah) untuk membeli rokok jenis Surya 12 sebanyak 3 bungkus dengan harga perbungkus seharga Rp. 17.000 ( tujuh belas ribu rupiah), seperti yang diberitakan media online NTTsatu.com baru-baru ini tidak benar.

“Berita itu hanya mau menjatuhkan paket Elias-Vasi,” ujar Adfokasi evaluasi dan media dari tim pemenang paket Elias-Vasi yang juga anggota DPRD Kabulaten Nagekeo dari Partai Golkar Antonius Moti  melalui rilis sebagai hak jawab yang dikirim kepada  redaksi media ini, Selasa, 26 Juni 2018 malam.

Di jelaskan Antonius yang sebenarnya Marselinus Ngala (40) tahun asal kampung Arkutu, Desa Bela, Kecamatan Mauponggo adalah simpatisan, paket Evas, bukan bagian dari tim sukses paket Evas.

Menurutnya,  apa yang di lakukan kerna saking empatik terhadap paket Evas, sehingga dirinya mengambil tindakan sendiri untuk menghubungi saksi  paket evas.

Selanjutan Marselinus Ngala (40) pergi menemui Hendrika Mariana Silvana Dede Mo (53) untuk menawarkan jadi skasi Evas. Sambil mengeluarkan uang Rp 100 ribu untuk membeli rokok surya 12 tiga bungkus. Uang kembalinya tidak di terima oleh Marselinus. Dengan harapan Hendrika Mariana Silvana Dede Mo (53) menjadi saksi Evas. Dan Merasa uang tidak cukup dirinya mengeluarkan uang senilai Rp100 ribu. Hal itulah yang membuat  Hendrika Mariana Silvana Dede Mo (53) melaporkan pelaku sebagai money politik.

Dia menambahkan apa yang dilakukan pelaku tanpa ada konfirmasi dengan tim kerja maupun Korcam kecamatan Mauponggo. (bp)

Komentar ANDA?