Tidak Dapat “Tiket” di Golkar, Medah Jadi Anggota Partai Hanura

0
248
Foto: Medah menanggalkan baju Golkar dan mengenakan baju Hanura dan foto bersama pengurus Hanura pusat dan provinsi NTT (ist)

NTTsatu.com – KUPANG Ibrahim Agustinus Medah yang telah menjadi icon Politik Partai Golkar meninggalkan Partai ini dan pindah menjadi anggota artai Hati Nurani Rakyat (Hanura. Diduga hengkannya Medah ini karena tidak mendapatkan “tiket” menjadi calon Gubernur NTT dari Partai Golkar.

Medah kepada wartawan di Kupang, Jumat, 25 Agustus 2017 mengaku kalau dia benar telah meletakkan jabatan sebagai Ketua DPD Partai Golkar NTT sekaligus mengundurkan diri dari partai berlambang pohon beringin itu dan pindah ke Hanura.

“Saya sudah meletakkan jabatan sebagai ketua DPD I Golkar dan mengundurkan diri sebagai kader sejak Kamis, (24/8/2017). Saat ini saya mau bergabung partai Hanura,” kata mantan Bupati Kupang dua periode ini.

Mantan Ketua DPRD NTT ini membeberkan bahwa dirinya tiga kali terpilih menjadi ketua DPD I Partai Golkar NTT dan pada kali ketiga, Ketua Umum Golkar saat itu menggunakan dekresi untuk menetapkan Medah sebagai calon gubernur yang akan maju dari Partai Golkar.

“Saat itu Ketua umum gunakan dekresinya untuk memutuskan saya sebagai calon guebrnur dari Partai Golkar dengan catatan jika saya kalah dalam Pilkada Gubernur NTT maka saya harus meletakkan jabatan Ketua DPD. Nah karena sekarang DPP telah menetapkan calon lain maka saya harus meletakkan jabatan tersebut,” papar  politisi senior NTT ini.

Medah berkilah bahwa dirinya masuk Partai Hanura bukan untuk mengejar kursi NTT 1 tapi karena melihat partai Hanura yang dinilai sebagai partai yang baik untuk para Kader. Namun dia juga mengatakan bahwa akan mengikuti semua proses yang ada di Hanura terkait Calon Gubernur.

“Ini bukan supaya saya bisa maju sebagai Calon Gubernur tapi Hanura adalah partai yang baik untuk Kader. Mungkin ada yang bilang saya sakit hati, tapi saya hanya mau konsisten terhadap apa yang sudah ditetapkan sebelumnya” kata Medah.

Ketua DPD I Partai Hanura, Jimmy Sianto pada kesempatan yang sama mengapresiasi langkah politik pak Medah. ” Pak Medah itu adalah senior politik kita, beliau di Golkar dari tahun 1975 dan saya belum lahir waktu itu,” kata Anggota DPRD NTT itu.

Pada saat tersebut Pak Medah juga langsung diberikan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Hanura yang diserahkan secara langsung oleh pengurus pusat partai Hanura. Medah yang saat itu menggunakan Kemeja putih langsung dipakaikan Jacket Hanura sebagai tanda bahwa telah resmi menjadi kader Hanura. (*/rin)

Komentar ANDA?