Tiga Bakal Calon Hadiri Diskusi Pemilu Damai

0
387
Foto: Suasana saat sedang berlangsung Fokus Discussion Grup Persiapan Pemilu Damai di Aula Polres Sikka, Kamis (19/10)

NTTsatu.com – MAUMERE – Kepolisian Resor Sikka menggelar Fokus Discusion Grup (FGD) tentang Persiapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Damai, Kamis (19/10), di Aula Polres Sikka. Tiga orang bakal calon menghadiri diskusi setengah hari ini, yaitu pasangan bakal calon Paolus Nong Susar dan Firmina Sedo Mitang (Prima), serta bakal calon wakil bupati Romanus Woga.

Beberapa bakal calon tidak kelihatan pada FDG yang diinisiatif Polres Sikka, pun tidak ada informasi alasan mereka tidak hadir pada kegiatan ini. Kecuali Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kondibus Stella Maris yang menyampaikan terbuka bakal calon bupati Alexander Longginus tidak bisa hadir karena sedang berada di luar daerah.

Romanus Woga datang lebih dulu dengan mengenakan baju putih, dan duduk di barisan beberapa ketua partai politik. Menyusul Firmina Sedo mengenakan baju batik. Setelah itu Paolus Nong Susar mengenakan baju sarung. Meskipun hadir berpasangan, Paolus Nong Susar dan Firmida Sedo duduk terpisah di tempat yang berbeda. Wakil Bupati Sikka ini duduk bersama jajaran Forkopimda.

Moderator FDG wens Wege memberikan kesempatan kepada tiga bakal calon ini menyampaikan pikiran mereka tentang Pilbup Damai. Pada prinsipnya ketiga bakal calon ini menyepakti sebuah proses dan hasil yang damai pada Pilbup Sikka 2018 mendatang.

Romanus Woga menyinggung bahwa di tataran calon-calon pemangku jabatan atau para bakal calon biasanya saling menghormati dan menghargai. Potensi konflik, menurut dia, cenderung terjadi pada tim sukses atau konstituen pendukung.

Firmina Sedo, satu-satunya bakal calon perempuan pada Pilbup Sikka 2018, menilai konflik atau ribut-ribut pada pelaksanaan Pilbup Sikka adalah tindakan yang tindakan yang tidak bermanfaat. Hemat dia, masih ada banyak cara untuk melaksanakan pergantian kepemimpinan dengan sesuatu yang lebih positip.

Sementara itu Paolus Nong Susar melontarkan pikiran yang sederhana tetapi menukik. Dikasih waktu satu menit untuk menyampaikan pendapat, politisi Partai Gerindra ini hanya memanfaatkan waktu kurang lebih 15 detik saja. Dia berpendapat dalam proses seperti ini biasanya bakal calon memiliki nafsu yang tinggi.

FDG Persiapan Pilbup Damai ini dihadiri sejumlah unsur seperti Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sikka Vivano Bogar, Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Aswan Abola, perwakilan partai-partai politik, Dinas kesatuan Bangsa dan Politik, para camat, dan para Kapolsek. Dari Forkopimda hadir Dandim Sikka Abdullah Jamali, Danlanal Maumere, dan beberapa pejabat Kejaksaan Negeri Maumere.

Wakapolres Sikka Mohammad Saleh menjelaskan FDG merupakan salah satu program Polres Sikka guna mendiskusikan tema-tema yang membutuhkan pemikiran bersama dari banyak orang. Dalam setahun Polres Sikka melaksanakan empat kali FDG, dan FDG Persiapan Pemilu Damai ini digelar untuk kali kedua.

Sebelumnya Polres Sikka menggelar FDG dengan tema dampak miras terhadap konflik sosial.
Forum FDG memberikan apresiasi atas inisiatif Polres Sikka menggelar FDG dengan tema Persiapan Pemilu Damai. Dan forum bersepakat agar semua elemen baik itu penyelenggara, pengawas, peserta, tim sukses, dan masyarakat untuk sama-sama menjaga pemilu yang damai, bersih, adil, berkualitas dan bermartabat.  (vic)

Komentar ANDA?