Tiga Bulan Pertama, Victory-Joss Selesaikan Masalah Tapal Batas

0
346
Foto: Cawagub NTT, Yosef Nae Soi ketika menyampaikan tekadnya itu di hadapan warga Elar dalam kampanye terbatas di daerah itu, Sabtu, 21 April 2018

NTTsatu.com – BORONG – Dalam pertemuan antara calon wakil gubernur NTT, Yosef Nae Soi dengan warga di wilayah Riung Barat Kabupaten Ngada dan di Elar, Manggarai Timur, warga menginginkan agar masalah perbatasan antar kedua kabupaten itu bisa segera diselesaikan dengan baik dan cepat.  

“Saya sakit hati karena saya yang mengupayakan pembagunan jembatan di Wae Sao agar mempermudah arus transportasi dari dan ke dua wilayah itu, namun jembatan itu ditutup sehingga orang terpaksa melewati sungai besar dengan resiko tinggi. Orang Riung dan orang Elar itu bersaudara dan tidak bisa dipiasahkan hanya karena masala perbatasan itu.Jika kami terpilih, saya pastikan dalam waktu tiga bulan pertama masalah ini akan saya selesaikan,” tegas Yosef Nae Soi ketika bertemu masyarakat Elar, Sabtu, 21 April 2018.

Yosef yang kelahran Kabupaten Ngada ini menjelaskan, masalah tapal batas itu sebenarnya tidak sulit untuk diselesaikan oleh pemerintah provinsi NTT jika pemerintah memiliki hati yang bening untuk menyelesaikan masalah tapal batas yang terkesan dibiarkan berlarut-larut itu.

“Masalah tapal batas itu menjadi kewenangan pemerintah provinsi, karena itu berikan kepercayaan dan kekuasan itu kepada saya dan Viktor Laiskodat dan kami akan secepatnya menyelesaikan masalah perbatasan itu sehingga kehidupan warga di daerah perbatasan itu menjadi lebih aman dan tenteram,” kata Nae Soi.

Foto: Cawagub NTT, Yosef Nae Soi disambut dengan ritual adat Manggarai Timur sebelum menggelar kampanye terbatas di Elar, Sabtu, 21 April 2018

Dia menegaskan, selama ini pemerintah provinsi tidak serius menyelesaikan masalah perbatasan ini. Mereka datang dari Kupang dan membicarakan masalah perbatasan itu di kota Bajawa. Itu salah besar, karena seharusnya masalah ini deselesaikan langsung di tempat yang disengketakan dengan menghadirkan warga setepat dan bupati kedua daerah itu.

Yosef mengatakan, masyarakat Elar dan Riung itu bersaudara dan memiliki adat istiadat dan budaya yang sama. Kawin mawin antara mereka sudah berlangsung sejak dulu sehingga mereka semua bersaudara. Hubungan kekerabatan dan persaudaraan itu tidak bisa dipisahkan hanya karena masalah tapa batas itu.

“Saat pertemuan dengan warga Riung Barat di Maronggela saya sudah tegaskan masalah ini akan kami selesaikan secepatnya. Dan hari ini di Elar yang tegaskan sekali lagi kami nakan selesaikan dalam waktu tiga bulan jika dipercayakan menjadi gubernur dan wakil gubernur NTT. Karena itu, kami minta kekuasaan itu dari masyarakat Elar dan Elar Selatan agar masalah ini segera diselesaikan,” pinta Yosef yang disambut hangat warga Elar. (bp)

Komentar ANDA?