Tiga Cara Selamatkan Golkar Versi Akbar Tandjung

0
198

NTTsatu.com – Sejumlah politisi senior Partai Golongan Karya menemui Akbar Tandjung. Mereka yang hadir berasal dari dua kelompok berbeda yakni pendukung Agung Laksono dan kubu Aburizal Bakrie (Ical). Politisi yang hadir antara lain Priyo Budi Santoso dan Agun Gunandjar Sudarsa dari kubu Agung Laksono.

Sementara dari kubu Ical datang Wantim Golkar Hafiz Zamawi, Indra Bambang Utoyo, Anwar Arifin, dan Rizwantoni. Pertemuan menghasilkan tiga usulan untuk menyelamatkan Partai Golkar.

Pertama, pembentukan presidium transisi yang akan bertugas menyelenggarakan Musyarawah Nasional Partai Golkar. Pembentukan presidium transisi memang tak dikenal dalam Anggaran Dasar dan Rumah Tangga Partai, namun bisa diputuskan melalui sidang MPG.

“Tim transisi tugasnya untuk menyelenggarakan Munas,” kata Priyo saat berbincang dengan detikcom, Kamis (7/1/2016).

Cara kedua, menggabungkan dua kubu yakni pihak Munas Ancol dan Bali untuk membentuk tim perunding. Tim ini bertugas merancang pelaksanaan Munas.

Langkah ketiga untuk menyelamatkan Golkar adalah dua belah pihak yakni kubu Agung dan Ical untuk memperpanjang masa kepengurusan hasil Munas Riau.

“Masa kepengurusan Munas Riau diperpanjang dengan kesepakatan dua belah pihak yang dari sini kemudian mengambil langkah-langkah untuk menyelenggarakan Munas,” kata Priyo.

Ketiga cara untuk menyelamatkan Golkar itu bisa diputuskan melalui Mahkamah Partai Golkar. Menurut Priyo saat ini satu-satunya yang bisa menyelamatkan Golkar adalah Mahkamah Partai.

“Karena dalam keadaan vacum seperti saat ini yang masih hidup di Kemenkum HAM adalah MPG Munas Riau,” kata Priyo.

Bila tiga langkah ini tak akan diambil, kata Priyo, Golkar akan memasuki masa senjakala.

“Golkar akan menapaki hari-hari kelam, senjakala. Dan bila terjadi senjakala, mereka (kubu Ical) harus bertanggung jawab,” kata Priyo. (sumber: detik.com)

 

Komentar ANDA?