Tiga Hal Harus Diutamakan Selama Masa Pra Paskah

0
1916

KUPANG. NTTsatu.com – Ada tiga hal yang harus diperhatikan selama memasuki masa Pra Paskah adalah Puasa dan pantang, Berdoa dan Beramal.
Romo Valens Boy, Pr mengungkapkan hal itu dalam kotbahnya ketika memimpin Misa Kudus pada Hari Rabu Abu di Gereja Pusat Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui, Rabu, 10 Pebruari 2016 petang.
Dosen Fakultas Filsafat Agama Katolik Unika Widya mandira Kupang dan Pembina pada Seminarti Tinggi St. Mikhael Penfui Kupang ini menandaskan, tiga hal penting itu harus dijalankan dengan penuh tanggungjawab sehingga bisa memberikan makna bahwa sebagai penganut Kristus yang taat menjalankan erintah Tuhan dan menjauhi larangan-Nya.
Dikatakannya, Puasa dan Pantang, harus dijalankan sehingga masa puasa selama 40 hari ini benar-benar mendatangkan sebuah pertobatan atas segaa perilaku hidup selama ini.
Kemudian, doa harus ditingkatkan lebih baik dari biasanya. Doa itu tidak perlu dilakukan secara gegap gempita, karena doa itu sebenarnya adalah menjalin hubungan khusus dengan Tuhan.
“Doa itu tidak dilakukan dengan serba hura-hura. Tetapi masuklah ke dalam kamar dan berdoa menjalin komunikasi serius dengan Tuhan. Itu baru namanya doa,” katanya.
Sementara itu, jangan lupa meningkatkan amal. Karena amal yang dilakukan itu akan diperhitungkan Tuhan di akhir hayat nanti.
“Puasa dan Pantang, Doa dan Amal wajib hukumnya untuk dilaksanakan oleh orang Kristiani. Berpuasa dan berpantang tidak disertai dengan doa dan amal tidak akan berfaedah sedikitpun,” pesan Romo Valens Boy.
Untuk diketahui, Rabu Abu merupakan hari pertama puasa umat Kristen, secara harfiah adalah pemberian tanda di dahi orang-orang Kristen.
Dalam ibadat gereja-gereja di seluruh dunia, abu pembakaran daun palem dicampur dengan air atau minyak suci, lalu diberikan dalam bentuk tanda salib di dahi umat.
Abu daun palem yang digunakan pada Rabu Abu berasal dari perayaan Minggu Palem tahun sebelumnya. Minggu Palem merupakan perayaan kembalinya Yesus ke Jerusalem saat Ia disambut kerumunan orang yang melambaikan daun palem atau palma.
Pemberian tanda salib dengan abu itu disertai kata-kata, “Bertobatlah, dan percaya pada Injil” (Markus 1:15) atau “Ingat bahwa kamu berasal dari debu, dan kamu akan kembali menjadi debu” (Kejadian 3:19).
Rabu Abu merupakan awal masa Pra-Paskah, periode pertobatan dan refleksi selama 40 hari yang memperingati pencobaan dan pergumulan yang dihadapi Yesus selama periode yang sama di padang pasir. (bp/*)
=====
Foto: Pemberian tanda salib di dahi dengan abu dari daun palem dicampur air, menjadi ritus Orang Katolik pada Hari Rabu Abu yang menandai dimulainya puasa selama 40 hari.

Komentar ANDA?