Tiga Nama Misterius Bersembunyi di Balik Bungalow “Liar”

0
188
Foto: Foto ini diambil dari akun facebook yang menggambarkan salah satu keindahan laut di sekitar Pantai Gunung Sari

NTTsatu.com – MAUMERE – Kehadiran PT Aly Naga Samudra di Kabupaten Sikka sejak akhir tahun 2016, baru terendus publik pada September 2017. Perusahaan yang bergerak pada usaha jasa wisata ini, sepertinya lebih memilih bekerja “senyap”. Setidaknya terdapat tiga nama misterius yang berada di balik bungalow “liar” yang beraktifitias tanpa izin di Taman Wisata Alam Laut Gunung Sari Kecamatan Alok.

Awalnya media ini hanya mendapatkan initial nama perusahaan pengembang bungalow “liar” tersebut, bersama initial seseorang yang diduga sebagai direktris perusahaan. Perusahaan dengan initial PT ANS yang kemudian akhirnya diketahui sebagai PT Aly Naga Samudra. Dan yang diduga sebagai direktris dengan initial ELD, akhirnya diketahui sebagai Erika Lovita Duka.

Erika Lovita Duka, terdeteksi sebagai pemegang kartu tanda penduduk (KTP) Kabupaten Alor. Perempuan kelahiran Kalabahi ini, beralamat di Tabolang, RT/RW 006/003 Desa Lawahing Kecamatan Kabola. Belum diketahui dengan jelas apa perannya pada PT Aly Naga Samudra.

Namun yang hampir pasti bahwa ketika perusahaan ini mengajukan permohonan izin prinsip pada tanggal 30 Agustus 2017, perempuan berusia 27 tahun ini bertindak sebagai pemohon.

Dia melampirkan juga KTP untuk memberi pesan identitas yang jelas. Kalau saja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Atap (PMPTSP) mencemati lebih jeli, bisa jadi permohonan perusahan ini ditolak. Karena KTP yang digunakan masa berlakunya sudah selesai pada 12 Juli 2017.

Orang misterius kedua adalah seorang laki-laki, yang diketahui bernama David. Laki-laki ini diduga berperan sebagai bagian administrasi perusahaan. Dia yang mengantar surat permohonan izin prinsip ke Dinas PMPTSP. Nama laki-laki ini mulai terang benderang, setelah keterangan dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sikka Yunida Pollo.
Yunida Pollo mengatakan seseorang dari PT Aly Naga Samudra pernah mendatangi DLH Sikka untuk urusan mendapatkan rekomendasi lingkungan. Dan laki-laki itu diketahui bernama David.

“Saya tidak pernah bertemu dengan yang nama Erika Lovita Duka. Yang datang berurusan kelayakan lingkungan itu namanya David,” jelas Yunida Pollo.

Sebelumnya, Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV Maumere Agustinus Djami Koreh juga pernah menyinggung tentang seorang laki-laki dari PT Aly Naga Samudra yang mendatangi Kantor Seksi Konservasi Wilayah IV Maumere di Jalan Litbang Kelurahan Kota Uneng.

Laki-laki ini mampir ke kantor tersebut untuk mengambil surat penghentian aktiftias bungalow “liar”. Ketika ditanya siapa yang mengambil surat tersebut, Agustinus Djami Koreh menjawab seorang laki-laki, yang disebut sebagai orang kepercayaan PT Aly Naga Samudra.

Satu nama lain yang menjadi misteri pada persoalan bungalow “liar” ini dengan initial VMK. Identitas perempuan ini masih sulit ditelusuri, demikian pun apa perannya pada PT Aly Naga Samudra.

Nama perempuan ini tertera pada fotocopy sertifikat yang dilampirkan Erika Lovita Duka ketika mengajukan permohonan izin prinsip ke Dinas PMPTSP. Ada dua sertifikat berbeda, yang diduga dibeli PT Aly Naga Samudra dari masyarakat yang mengklaim tanah dalam kawasan konservasi sebagai milik masyarakat.

Sepertinya dua sertifikat tersebut sudah dalam status balik nama, dan pemilik yang terbaru adalah perempuan dengan initial VMK. Pada fotocopy sertifikat yang sudah dibalik nama, tertulis VMK lahir pada 18 Januari 1988.

Media ini masih terus menelusuri tiga nama misterius tersebut di atas. Penulusuran juga terhadap PT Aly Naga Samudra yang nekad membangun bungalow di kawasan TWAL Gunung Sari tanpa ada Izin Pemanfaatan Pariwisata Alam (IPPA) dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Hingga kini belum diketahui, siapa sebenarnya pemilik PT Aly Naga Samudra. (vic)

Komentar ANDA?