Tiga Tahun Lagi, Sumba Akan Jadi Pusat Listrik Energi Matahari

0
1148

NTTsatu.com — SUMBA TIMUR —¬† Tiga tahun lagi dari sekarang,¬†pulau Sumba akan jadi pusat listrik dari energi matahari yang bisa pasok kebutuhan listrik pulau Jawa dan Sumatera. Hasil penelitian dari para ahli bekerja sama dengan PLN, pulau Sumba direkomandasikan untuk bisa bangun 20 ribu mega watt listrik tenaga surya. Hasil penelitian tersebut akan dilaporkan kepada Presiden.

“Tugas saya sebagai gubernur adalah mensejahterakan rakyat. Kita harus serius menghapus kemiskinan dari pulau ini. Kita punya budaya kerja yang luar biasa. Semua harus bergerak, bupati, para kadis, para camat, kepala desa, tokoh agama.Kita harus tanam seluruh lahan kosong. Habis tanam padi, kita bisa tanam jagung,” jelas Gubernur.

“Tadi malam, Ketua Komisi VII menghubungi kami dan menyatakan hal ini sudah dibahas di Komisi bersama dengan kementerian ESDM. Soal pembiayaan, juga sudah dibahas. Tinggal dibahas dan disetujui oleh Presiden,” kata Gubernur.

Gubernur VBL mengungkapkan Komisi VII telah meminta agar lahan untuk pengambangan listrik ini dapat dipersiapkan oleh Pemerintah Provinsi dan Kabupaten se-Sumba.

“Saya minta kita harus bersatu, tidak boleh ribut tentang tentang lahan. Ini berkat untuk kita untuk lakukan lompatan besar. Dalam waktu dekat saya akan bahas lagi hal ini dengan para bupati dan tokoh masyarakat.Pokonya lahan kita siapkan dengan betul sehingga ketika mulai dierjakan tidak timbul permasalahan,” jelas Gubernur VBL.

Gubernur jug meminta perhatian dari para kepala desa dalam memberantas stunting. Harus melaporkan dan mengontrol jumlah kehamilan setiap hari. Juga mendorong ibu hamil melakukan pemeriksaan di pustu atau puskesmas secara teratur.

“Pemerintah harus lakukan campur tangan. Lewat PKK, pemerintah provinsi dan kabupaten anggarkan dana untuk makanan tambahan agar bayi yang keluar tidak stunting. Karena bayi itu aset, investasi dan generasi untuk masa depan NTT,” kata VBL.

Sementara itu, Bupati Sumba Timur, Gideon Mbilinjora memberikan penghargaan kepada Gubernur karena mau lakukan kunjungan ke wilayah yang terpencil.

“Kami berterima kasih karena di tengah wabah covid-19, pemerintah provinsi tetap berkomitmen untuk bangun ruas jalan provinsi di wilayah selatan. Terbangunnya ruas jalan ini tentu membantu mobilisasi hasil pertanian dan peternakan yang akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” jelas Gideon.

Kepala Dinas PUPR NTT, Maxi Nenabu yang ditemui di tempat yang sama mengumgkapkan ada 4 ruas jalan provinsi di wilayah selatan Sumba yang dikerjakan. Pertama,dari Nonggi ke Wahang Malahar, 17,44 km dengan konstruksi Grading Operation (GO) dan GO plus dengan nikai kontrak 17,94 miliar rupiah. Kedua Malahar- Simpang Tarimbang- Praipahar sepanjang 4,24 km dengan GO senilai 4,24 miliar rupiah.

Ketiga Paing-Haikakehok sepanjang 14,2 km dengan GO dan GO plus senilai 15,2 miliar rupiah. Keempat Kananggar-Nggongi sepanjang 7,97 km dengan HRS 1, 5 km sementara sisanya konstruksi GO dan GO plus dengan anggaran 14,378 miliar. (hms ntt/tim)

Komentar ANDA?