Tionardi Kembangkan Melon dan Semangka Tapa Biji di Manggarai

0
355
Keterangan Foto : Hendrik Tionardi (tiga dari kanan) mendampingi Kadis Tanaman Pangan dan Holtikulutura Manggarai Vinsen Marung saat melakukan panen raya Melon dan Semangka di Nanga Woja ,Minggu (26/6)

RUTENG. NTTsatu.com – Hendrik Tionardi Direktur CV Tani Mandiri Kabupaten Manggarai berupaya mengembangkan tanaman melon dan semangka tanpa biji di Kabupaten Manggarai. Tanaman ini mulai dipanen pada Minggu, 26 Juni 2016.

Melon dan semangka tanpa biji itu ditanam di atas  lahan  seluas 0,5 ha di kampung Nanga Woja Desa Tal,  Kecamatan Satar Mese persis di bibir pantai selatan kabupaten Manggarai sebagai salah satu cara  membuat petani Manggarai lebih modern

Hendrik mengungkapkan hal itu kepada wartawan usai melakukan panen raya bersama  Kepala Dinas dan Tanaman kabupaten Manggarai, Vinsen Marung dan staf babinsa Desa Tal, Tokoh masyrakat, kelompok tani dan  awak media.

Hendrik Dia mengatakan , selama ini begitu banyak tanaman holtikultura dibudidayakan oleh masyrakat Manggarai tetapi cara modern  belum disentuh untuk  mendapatkan profit  terkait  kesejateraan petani,

“Saya datangkan  seorang ahli tanaman holtikultura bernama Yus. Dia memang sudah profesional  tentang tanaman melon dan semangaka dari Jawa dan kami bermitra untuk mengembangkannya di daerah ini,” kata Hendrik Tionardi.

Dijelaskannya, tanaman Holtukultura jenis melon dan semangka  butuh keseriusan dan keuletan. Akan mendatangkan resiko besar   bagi petani  jika tidak dirawat dengan baik.

Namun demikian ,  Hendrik Tionardi  sangat kagum dengan   Yus dan petani  Nanga Woja lainnya. Meskipun  lahan melon dan semangka digenangi air laut karena  posisinya persis di bibir pantai, tetapi dengan cara mereka, air tersedot dan tidak menggangu proses pertumbuhan melon dan semangka.

“Melon dan semangka Nanga woja cita rasanya berbeda di tempat lainnya,” ujar Hendrik berpromosi.

Hendrik  mengaku, memiliki motivasi  usai panen raya perdana  melon dan semangka  ini dia akan terus mengembangkannya sehingga ketersediaan buah tidak akan terputus. Apalagi tempat pemasaran sudah ada pada  beberapa kabupaten di daratan  Flores dan bahkan  impian terbesarnya mengusai pasar melon dan semangka di provinsi  di NTT.

“Kami sudah siapakan tempat pemasaran di daratan Flores sehingga budidaya melon dan Semangka  dari  Nanga Woja tidak akan  behenti,” janjinya.

Selain itu, dua sudah menyiapkan lahan seluas 0,5 ha untuk olahraga mancing bagi masyrakat Manggarai  sebagai bentuk promosi  keunikan Nanga woja sekaligus  semangka dan melonnya   yang memilki cita rasa dan berkualitas ini.

“Saya yakin masyarakat kota Ruteng haus hiburan, mancing di Nanga Woja sebagai solusinya. Petani  Nanga Woja bisa diperdayakan untuk memanfaatkan peluang ini,” tambahanya.

 

Rp 1,6 M Untuk Holtikultura Satar Mese

 

Sementara Vinsen Marung Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Manggarai kepada  NTTsatu.com  setelah panen perdana melon dan semangka milik  CV Tani  Mandiri mengatakan, budidaya melon  semangka dan 12 jenis holtikultura lainya  di Kecamatan Satar Mese sudah di mulai sejak 3 Tahun lalu.

Melon dan Semangka di Kecamatan Satar Mese  sangat berkualitas,  cita rasa dan aroma sangat berbeda dengan melon dan semangka dari  tempat lain.

“Hotel-hotel di Labuan Bajo sudah mulai memilih semangka dan melon dari Nanga Woja,” katanya.

Menyinnggung  soal  Kecamatan Satar Mese merupakan Lumbung padi  Kabupaten Manggarai dia menjelaskan salah satu alasan dibentuk 6  kelompok tani holtikultura di Kecamatan Satar Mese dan 4 kelompok di Kecamatan satar Mese Barat  adalah merubah pola tanam tanaman sejenis pada lahan sama sehingga tanaman petani tidak teserang hama.

“Usia melon dan semangka hanya 90 hari karena itu petani bisa manfaatkan lahan sawah ketika sudah panen padi,” katanya.

Ditambahkanya, tahun 2016 Pemda Manggarai mengalokasikan dana sebesar Rp 1,6 M untuk budi daya melon, semangka  dan 12 jenis holtikultura lainya di Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai. (mus)

Komentar ANDA?