TITE HENA Jakarta Gelar Halal Bihalal dan Pelantikan Pengurus 2016-2019

0
235
Foto: Pelantikan Pengurus Paguyuban TITE HENA Jabodetabek

JAKARTA. NTTsatu.com– Paguyuban masyarakat Flores Timur diaspora Jabodetabek – TITE HENA, Sabtu, 30 Juli 2016 menggelar halal bihalal hari raya Idul Fitri dan pelantikan pengurus baru periode.

Kegiatan ini diselenggarakan di Anjungan Propinsi NTT, TMII Jakarta dan dihadiri sekitar 750 undangan yang memenuhi auditorium maupun pelataran di bawah tenda yang disediakan.

Rilis yang diterima redaksi NTTsatu.com dari Tim Media TITE HENA, Senin, 01 Agustus 2016  menguraikan, acara halal bihalal dipimpin oleh Ustad Lukman Sengaji, ulama asal Lohayong, Solor Timur dan diikuti secara khusyuk oleh umat muslim asal Flores Timur terutama yang berasal dari Lamahala, Adonara dan Lamakera – Lohayong di Solor Timur.

“Kegiatan ini adalah potret kehidupan masyarakat kita di kampung yang harmonis dalam perbedaan keyakinan, penuh toleransi dengan kerukunan hidup yang tinggi. Ini hanya ada di Flores Timur dan harus kita pelihara untuk anak cucu kita,” ungkap Sengaji.

Usai halal bihalal, acara malam itu dilanjutkan dengan serah terima kepengurusan TITE HENA dari kepemimpinan Thomas Soga Murin (2013-2016) kepada Simon Lamakadu (2016-2019). Dalam sabutannya, Murin mengharapkan agar hal-hal positif yang sudah dilakukan oleh kepengurusan terdahulu, terus dilanjutkan bahkan ditingkatkan agar menjadi lebih baik lagi di masa mendatang.

“Sementara itu hal-hal yang belum dapat diwujudkan, mudah-mudahan kepengurusan baru dapat merealisasikannya,” Harapnya.

Sementara itu, Simon Lamakadu tokoh muda yang kini terpilih menahkodai wadah yang beranggotakan sekira 5.000 orang ini, adalah sekretaris TITE HENA periode lalu. Simon dalam sambutannya mengatakan, “Bulan ramadhan adalah salah satu peristiwa keagaam yang penting bagi umat muslim. Ramadhan adalan bulan “bae” dan hari raya Idul Fitri atau Lebaran juga adalah hari “bae” , momen yang “bae” untuk bersuka cita, berbelas kasih dan menyembuhkan segala luka akibat salah dan khilaf kita sebagai manusia.”

Simon menambahkan, “Karena itu, masih dalam suasana bulan Syawal ini  ijinkanlah saya menyampaikan “Selamat Idul Fitri 1437 H, Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir & Batin” kepada semua saudaraku yang merayakannya. Semoga segala amal, ibadah saudara-i ku sekalian mendapat berkat dari Tuhan, Allah SWT.”

Simon dalam sambutan perdananya setelah dilantik sebagai Ketua TITE HENA mengatakan, wadah ini adalah rumah besar bagi segenap anak Lamaholot yang merantau di Jakarta dan sekitarnya. Rumah besar TITE HENA dengan tangan terbuka menerima siapa saja anak Lamaholot yang datang.

“Sebagai masyarakat perantau, kita datang dari berbagai penjuru di Flores Timur mengadu  nasib di tanah rantau. Ada yang sukses, ada juga yang belum. Ada yang kehidupannya begitu mapan, cukup mapan namun banyak juga yang masih terus bekerja keras dan berjuang untuk merubah nasibnya. Apapun keadaan kita satu hal yang mempersatukan kita bahwa kita datang dari rahim yang sama yakni Lamaholot,” ungkapnya.

Dalam sejarah perjalanan lebih dari 30 tahun berdirinya TITE HENA, baru kali ini wadah ini dipimpin oleh seorang ketua dari generasi 30-an tahun. Juga, baru kali ini jajaran kepengurusan diwarnai oleh kaum muda dalam jumlah yang signifikan. Kendati demikian, basis lewo atau kampung yang dianut oleh paguyuban ini sejak lama, tetap dipertahankan.

“Basis Tite Hena adalah lewo atau kampung. Maka malam ini saya mengajak semua IKB (ikatan keluarga besar) yang selama ini belum bergabung dalam TITE HENA, mari satukan hati, datanglah ke rumah besar ini, dan kami dengan tangan terbuka menyambutmu,” tegas Simon. (tim media tite hena Jakarta/bp)

 

Komentar ANDA?