TNI AD Akan Bangun Batalyon 746 di Nagekeo

0
513

NTTSATU.COM — KUPANG —  Lahan trans Angkatan Darat (AD) di Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, yang sebelumnya telah dikomunikasikan dengan pemerintah Kabupaten Nagekeo untuk membangun bandara Surabaya II, dibatalkan dari pihak TNI AD. Tanah tersebut oleh pihak TNI akan dibangun Batalyon 746.

Hal itu ditegaskan Dandim 1625/Ngada Letkol Czi Deni Wahyu Setiyawan, S.H, dalam Pengarahan Danrem 161/Wirasakti Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes Kepada Prajurit, ASN dan Persit Kodim 1625 Ngada, Selasa (14/5/2024) di Kodim 1625 Ngada.

Dia mengatakan, pembentukan Yonif 746 di Nagekeo telah masuk dalam Renstra TNI dan mudah-mudahan dapat direalisasikan pada tahun ini.

Dimana, pembangunan kesatuan baru setingkat Batalyon di wilayah Flores sangat dibutuhkan, mengingat tingginya hakekat ancaman yang timbul seiring dengan semakin pesatnya pertumbuhan pembangunan dan pariwisata di wilayah Flores khususnya di Labuan Bajo.

“Terkait adanya warga masyarakat yang telah bermukim di atas lahan Trans TNI AD di Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, ia mengharapkan agar warga harus mengakui bahwa lahan yang ditempati merupakan milik TNI AD sejak tahun 80-an,” katanya.

Disinggung terkait tanah TNI angkatan Darat yang sebelumnya telah ada komunikasi dengan Pemda Nagekeo untuk membangun Bandara Surabaya II, Ia menjawab hal itu telah dikatakan dari awal, bahwa sudah tidak jadi, karena pihak TNI akan membangun markas Batalyon.

Dandim 1625/Ngada Letkol Czi Deni Wahyu Setiyawan menambahkan info resmi dan lebih detail akan di sampaikan dalam konfrensi pers di Nagekeo nanti.

 

“Ya pasti dalam waktu dekat kita akan info resmi dan lebih detail terkait pembangunan markas Batalyon 746 di Nagekeo,” katanya. (FLORESPOS.net/nttsatu)

Komentar ANDA?