Tour De Flores, Pemda Matim Tertibkan Hewan Peliharaan

0
303

BORONG, NTTsatu.com – Menyambut  Tour de  Flores yang akan digelar bulan delan, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Matim) melakukan penertiban hewan peliharaan seperti sapi ,kerbau ,dan kambing yang diikat maupun berkeleliaran sepanjang  pinggir jalan negara  dari perbatasan dengan kabupaten Ngada (jembatan Wae Mokel) hingga perbatasan dengan Kabupaten Manggarai (Jembatan Wae reno).

Hal ini dikatakan  Frans P. Sinta Kepala satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten Matim kepada NTTsatu.com  di ruang kerjanya, Jumat (15/4).

Dia mengatakan ,menyambut even bersekala internasional tersebut pihaknya sudah melakukan penertiban dan pemberitahuan kepada pemilik hewan peliharaan terutama   sapi, kerbau, dan kambing di sepanjang jalan nasional  untuk tidak membbiarkan ternaknya berkeliaran di pinggir jalan.

Heawan peliharaan itu juga jangan diikat di pinggir jalan yang akan mengganggu para peserta tour de Flores ketika melintasi jalan di wilayah Kabupaten Matim.

“Kami sudah mulai melakukan penertiban sejak bulan Maret. Kita sampaikan kepada pemilik ternaik agar tidak membiarkan ternaknya berkeliaran dan mengikatnya di inggir jalan,” katanya.

Salah satu faktor peneyebab hewan peliharaan diikat  di pinggir jalan negara atau dibiarkan lalu lalang dipinggir jalan adalah ketidakpedulian pemilik hewan tersebut terkait kesadaran ketertiban berlalulintas.

“Banyak warga pemilik hewan tidak paham dan peduli dengan manfaat jalan itu sendiri,” tandasnya.

Menanggapi persoalan tersebut, dalam bulan April ini pihak Pol PP Matim akan terus melakukan penertiban hewan peliharaan sebagai salah satu partispasi agar pembalap sepeda tidak terganggu ketika melintasi wilayah Matim.

“Kami akan terus melakukan penertiban di bulan April  dan menjelang 22 Mei jadwal para peserta melintasi wilayah Matim akan fokus melakukan penertiban,” ujarnya.

Pantauan NTTsatu.com Jumat (15/4), masih begitu banyak sapi diikat dan berkeliaran di pinggir jalan negara sebelum memasuki  Kota Borong ibu kota Matim dan beberapa titik jalan Negara di Kecamatan Rana Mese.

Efrem Sebatu Warga kota Borong diminta pendapatnya terkait  hewan peliharaan  kepada NTTsatu.com  mengatakan rerumputan  segar   dipinggir jalan merupakan hal yang mengundang hewan peliharaan berkeliaran di jalan tersebut dan perlu dilakukan sosialisasi agar masyarakat paham dengan bahaya ketika hewan peliharaan mereka berkeliaran atau diikat di pinggir jalan.

“Selama ini ada kecelakaan di Borong salah satu penyebabnya adalah hewan peliharaan lalu lalang di jalan menggangu kosentrasi  para pengendara,” katanya. (mus)

====

Foto: sapi yang berkeliaran di pinggir jalan Nasinal sebelum masuk Kota Borong

Komentar ANDA?