TPDI Desak Polres Sikka Segera Tetapkan Tersangka Baru Kasus Pasar Alok

0
264
Foto: Sebagian pasar Alok Maumere (ist(

MAUMERE. NTTsatu.com – Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mendesak Kapolres Sikka untuk segera menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pembangunan pasar Alok, Maumere tahun anggaran 2006.

Koordinator TPDI Wilayah NTT, Merdian Dewanta Dado melalui rilisnya yang dikirim ke redaksi NTTsatu.com, Rabu, 31 Agustus 2016 menjelaskan, desakan ini dilakukan sebagai wujud peran serta masyarakat dalam menyikapi lambannya penanganan beragai kasus yang ditangani penyidik Polres Sikka.

“Kita wajib mempertanyakan dan menagih janji Polres Sikka yang sejak awal dimulainya proses penyidikan kasus dugaan tipikor Proyek Pembangunan Pasar Alok. Kapolres AKBP Budi Hermawan pada awal tahun 2014 telah menegaskan kepada publik bahwa akan ada lebih dari 5 (lima) orang yang bakal ditetapkan sebagai tersangka namun sejauh ini baru memeroses secara hukum Zakarias Heriando Siku dan Barthold Da Cunha,” tulis Dado.

Dijelaskannya,  Zakarias Heriando Siku yang pada saat Proyek Penunjukan Langsung Pembangunan Pasar Alok bertindak selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sebelumnya telah dinyatakan terbukti bersalah dan divonis pidana penjara selama 2 tahun oleh Pengadilan Tipikor Kupang.

Namun, dalam pemeriksaan tingkat banding di Pengadilan Tinggi Kupang Zakarias Heriando Siku  dinyatakan tidak terbukti bersalah dan divonis bebas sehingga kemudian pihak Kejari Maumere melakukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung untuk menguji dan mempersoalkan vonis bebas dimaksud.

Sedangkan Barthold Da Cunha selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam proyek tersebut telah dinyatakan terbukti bersalah dan divonis pidana 2 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Kupang. Barthol melakukan upaya banding  sehingga saat ini pemeriksaan perkaranya masih dalam pengujian tingkat banding oleh pihak Pengadilan Tinggi Kupang.

Dado menjelaskan, bila merujuk pada fakta-fakta hasil penyidikan Polres Sikka dan juga hasil persidangan peradilan tipikor, sesungguhnya sangat mudah bagi Polres Sikka untuk segera menetapkan tersangka-tersangka baru entah dari kalangan Mantan Bupati Sikka, Panitia Proyek ataupun para Kontraktor proyek tahun anggaran 2006 dimaksud.

Dado juga menjelaskan, beberapa hari lalu Polres Sikka telah memeriksa Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera selaku saksi kasus itu karena saat Proyek Pembangunan Pasar Alok berlangsung maka Bupati Yoseph Ansar Rera menjabat selaku Wakil Bupati Sikka periode 2003-2008 sehingga dia dianggap paling mengetahui tentang sepak terjang Bupati Sikka saat itu (Drs. Alexander Longginus) dalam memberikan Rekomendasi Penunjukan Langsung terhadap 7 Kontraktor Proyek Pasar Alok.

Dia juga menduga adanya intervensi dari Drs. Alexander Longginus terhadap wewenang PPK dan KPA pada tanggal 14 Agustus 2007 dimana saat itu Akexander Longginus secara sepihak telah mengambil alih fisik Proyek Pasar Alok dan meniadakan proses Masa Pemeliharaan proyek tersebut.

“Oleh karenanya kami berharap setelah pemeriksaan Yoseph Ansar Rera, Polres Sikka semakin memperoleh fakta-fakta hukum yang meyakinkan sehingga tidak ragu-ragu lagi untuk menetapkan tersangka utama dalam Kasus ini,” tulis Dado. (bp)

Komentar ANDA?