Tutup Tambang Pasir, Warga Demo Polres Manggarai

0
395
Foto: Patris Agat ketua Presidium PMKRI Cabang Ruteng saat berorasi di depan kantor Polres Manggarai

NTTsatu.com – RUTENG Lantaran pihak Polres Manggarai menutupi lokasi tambang pasir galian C di Wae Reno dengan police line (garis polisi), Warga Robo Desa Ranaka Kecamatan Langke Rembong bersama  aktivis PMKRI Cabang Ruteng menggelar demonstrasi di depan kantor Polres Manggarai, Rabu, 30 Agustus 2017.

“Pasir Wae Reno merupakan sumber pendapatan masyarakat, karena itu wajar mereka menggelar demo,” kata Patris Agat ketua Presidium PMKRI Cabang Ruteng dalam orasinya di depan kantor Polres Manggarai.

Warga yang dikategorikan masyrakat lemah dan kecil sudah puluhan tahun bersandar pada penghasilan galian pasir, dan saat ini ditutup. Mereka akan mengalami kesulitan hidup.

Patris mengatakan, apakah tindakan yang dilakukan oleh polisi telah mengikuti prosedur?. “Setidaknya ada sosialisasi sebelum melakukan tindakan,” katanya seraya meminta tindakan yang adil dari Kapolres Manggarai.

Dikatakanya,Kapolres Manggarai tidak memahami regulasi yang ada. Seharusnya sebelum melakukan penindakan, harus sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat.

“Belum melakukan sosialisasi kok tiba-tiba menutupnya. Mengapa tambang pasir itu ditutup,” tegasnya.

Foto: Warga dan PMKRI Cabang Ruteng, Manggarai sedang bernegosiasi dengan pihak kepolosian setempat

Minta 6 Warga Dibebaskan

Warga dan aktivis PMKRI juga meminta 6 warga penambang dari kampung Robo yang ditahan polisi agar segera dibebaskan karena mereka tidak bersalah. Mereka  hanya masyarakat kecil mengais rejeki dari tambang pasir itu.

“Bebaskan saudara – saudara kami,” Ujar ketua presidiun PMKRI ini.

Sementara Trivonia Gun, warga Robo dalam aksi tersebut meminta pertimbangan kemanusiaan dari pihak Polres Manggarai karena tambang pasir Wae Reno sebagai soko guru bagi kehidupan keluarga mereka.

“Kami bekerja puluhan tahun mencari sesuap nasi di Wae Reno, tetapi sekarang lokasi pasir Wae Reno ditutup. Kami mau cari makan dimana lagi,” kata Trivonia di depan kantor Polres Manggarai. (mus)

Komentar ANDA?