Wisuda Undana: 1.972 Sarjana Termasuk Dua Orang Doktor

0
757

NTTSATU.COM — KUPANG — Sebanyak 1.972 mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) diwisuda dalam Upacara Pengukuhan Lulusan Doktor, Magister, Profesi dan Sarjana periode pertama tahun 2024 hari ini Rabu, 28 Februari 2024. 

Prosesi wisuda ke-134 ini dibagi dalam dua sesi dengan 986 wisudawan di setiap sesinya. Dalam periode ini, Undana mewisudakan 2 doktor, 35 magister, 22 profesi dokter dan 1.913 sarjana.

Dalam pidatonya setelah prosesi pengukuhan wisudawan, Rektor Undana, Maxs Sanam menyampaikan bahwa lulusan Undana diharapkan memiliki daya juang, ketahanmalangan dan integritas. Daya juang adalah semangat untuk terus berkembang dan berinofasi. Ketahanmalangan adalah kemampuan untuk bertahan di tengah tekanan tantangan dan integritas adalah fondasi moral yang akan membimbing langkah dalam menjalani kehidupan.

Dalam wawancara bersama tvrinews.com, Maxs juga menyampaikan bahwa Undana tidak hanya mempreoritaskan kuantitas tetapi juga kualitas lulusan yang mampu bersaing di dunia kerja.

“Kualitas ini kami pendekatannya adalah dengan sekarang itukan program MBKM, Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Jadi kami mendorong mahasiswa kita untuk lebih banyak terlibat di program-program platform MBKM,” terang Maxs, Rabu, 28 Februari 2024.

Program-program dimaksud adalah program magang, PKL, dan praktek lapangan ke luar NTT. Hal ini diharapkan dapat memberikan pengalaman kerja langsung di lapangan, tidak hanya pembelajaran berupa teori di kampus. Menyambung dari pidatonya tentang lulusan yang berintegritas, Maxs menjelaskan bahwa integritas dan etika adalah sangat penting.

“Integritas itu menjadi penting. Kita tidak hanya menjadi orang yang cerdas, yang terampil tetapi bermasalah dengan integritasnya, dengan etikanya dengan kejujuran. Itu yang harusnya menjadi sesuatu yang juga kita ajarkan dan kita latih bagi anak-anak kita,” ucapnya.

Di akhir wawancara, ia menyampaikan bahwa upaya Undana mendukung mahasiswa dan lulusannya memasuki dunia kerja adalah dengan melakukan penyesuaian pada kurikulum Undana agar metode pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam kelas yang bersifat monolog tetapi harus berinteraksi dan berpraktek. ***

Komentar ANDA?