Untuk Aborsi Satu Janin, Bidan Dewi Patok Tarif Rp 10 Juta

0
68

KUPANG. NTTsatu.com – Untuk menggugurkan satu janin, Bidan Dewi Bahren tak tanggung-tanggung mematok tarif sebesar Rp 10 juta. Kehebatannya itulah yang membawa dia ke dalam set tahanan Mapolres Kupang Kota dan terancam penjara selama 10 tahun.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kupang Kota, Ajun Komisaris Besar Budi Hermawan mengatakan dalam melakukan aborsi di kliniknya, Bidang Dewi Bahren yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus aborsi itu menetapkan tarif sebesar Rp 10 juta.

“Sekali melakukan aborsi dikenakan tarif sebesar Rp 10 juta,” kata Kapolres Kupang Kota, Budi kepada wartawan, Selasa, 26 Januari 2016.

Bidan Dewi ditetapkan sebagai tersangka kasus aborsi, bersama pasiennya Siti Nuraini Nurdin. Bidan Dewi Bahren dan Siti Nuraini Nurdin terancam 10 tahun penjara, polisi menetapkan keduanya sebagai tersangka kasus aborsi.

“Tersangka dikenakan pasal 194 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. Keduanya juga akan dikenakan mengguanakn KUHP,” katanya.

Penyidik kepolisian juga berhasil menggali kerangka janin yang telah dikubur usai diaborsi Bidan Dewi. Hasil penggalian ditemukan dua kerangka janin, yang satu masih ada dagingnya, sisa satunya sudah dalam bentuk kerangka yang sudah lapuk.

Kemungkinan kerangka janin itu sudah dikuubnya setahun yang lalu. Informasi yang dikumpulkan praktek ini dilakukan sudah cukup lama. Kebetulan ada dua tempat, satu di Bonipoi dan Kelapa Lima. (dem)

=====

Foto: Ilustrasi aborsi 

Komentar ANDA?