Bupati Sikka Tantang Direktur BLUD TC Hillers Maumere

0
290
Foto: Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera mengambil sumpah jabatan dan melantik epmat pejabat baru di lingkup BLUD TC Hillers Maumere dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sikka, Jumat (8/12), di Gedung Sikka Convention Center

NTTsatu.com – MAUMERE – Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera menantang Direktur BLUD TC Hillers Maumere Clara Yosefine Francis untuk meningkatkan pelayanan pada rumah sakit tersebut. Dia beralasan masyarakat masih mengeluhkan pelayanan. Bahkan banyak masyarakat yang langsung menyampaikan hal itu kepadanya.

“Masih banyak keluhan terhadap pelayanan di rumah sakit kita. Ini yang harus dibenah dan ditata secara baik. Saya yakin Direktur yang baru dengan latar belakang Manajemen Rumah Sakit mampu mengatasinya,” tantang Yoseph Ansar Rera di Gedung Sikka Convention Center, Jumat (8/12).

Hal ini disampaikan Yoseph Ansar Rera usai melantik Clara Yosefine Francis sebagai Direktur BLUD TC Hillers Maumere. Sebelumnya Clara Francs menjabat Kepala Bidang Pelayanan Medik, kemudian diangkat sebagai Pelaksana Tugas Direktur BLUD TC Hillers Maumere, menyusul direktur sebelumnya Junaedi Sinaga meninggal dunia.

Bersamaan dengan itu dilantik juga tiga pejabat lainnya yaitu Marieta Laetisia Dua Weni menjabat Kepala Bidang Pelayanan Medik, Santi Flora Dua Delang menjabat Kepala UPT Dinas Kesehatan pada Puskesmas Beru, dan Anselmus Laka menjabat Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Yoseph Ansar Rera mengatakan BLUD TC Hillers Maumere merupakan rumah sakit yang sangat representatif untuk ukuran rumah sakit di Flores. Indikatornya karena rumah sakit ini memiliki sumber daya manusia serta fasilitas yang lebih baik dari rumah sakit-rumah sakit lainnya. Karena itu, buat dia, tidak salah jika BLUD TC Hillers Maumere sering dijadikan rumah sakit rujukan.

Sebagai rumah sakit rujukan, prioritas yang paling penting yakni bagaimana memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat yang membutuhkan penanganan medis.

Dia mengaku masih mendengar keluhan soal penanganan yang lamban, disiplin kerja, termasuk sorotan tentan sarana dan prasarana.

“Aneh, kalau pasien sudah rawat nginap di rumah sakit ini dengan fasilitas yang lengkap, lalu ingin pindah ke rumah sakit lain di (RS Santo Gabriel) Kewapante atau (RS Santa Elisabeth) di Lela. Padahal mestinya kita memberikan pelayanan yang terbaik,” ungkap dia memberikan contoh.

Empat pejabat yang dilantik tersebut didampingi Romo Lorens Noi selaku pendamping rohani, serta Kepala BKD dan SDM Martha Huberty Pega dan Kepala Dinas Kesehatan Maria Bernadina Sada Nenu selaku saksi. Pelantikan ini dihadiri sejumlah dokter, perawat dan bidang, di antaranya mantan Direktur RSUD TC Hillers Maumere Asep Purnama, Sekretaris Dinkes Deddy Benyamin, dan Kepala Tata Usaha BLUD TC Hillers Maumere John Mage.  (vic)

Komentar ANDA?