Uruor Menjadi Penyangga Kebutuhan Kota Lewoleba di Bidang Hortikultura

0
398

NTTsatu.com — LEMBATA —  Uruor Desa Belobatang Kecamatan Nubatukan akan menjadi penyangga kebutuhan Kota Lewoleba, khususnya untuk hortikultura. Karena itu, pemerintah Desa Belobatang melakukan berbagai terobosan atau inovasi untuk mendukung program pengembangan hortikultura.

Penjabat Kepala Desa Belobatang, Paskalis Udak kepada media ini, Kamis (8/10/2020), mengatakan bahwa Dinas Pertanian Kabupaten Lembata tahun ini membuka lahan seluas 15 hektare (Ha) milik masyarakat untuk pengembangan hortikultura.

Selain itu, ada sharing cost antara pemerintah Desa Belobatang dengan Dinas Pertanian untuk membuka lahan baru seluas 13 Ha. Dana sharing cost yang disiapkan pemerintah Desa Belobatang sebesar Rp100 juta.

Paskal menjelaskan, dari 13 Ha tersebut, 3 Ha digunakan untuk penataan (terasering) dengan menggunakan alat berat (eksa mini). Lahan tersebut, katanya, selain untuk program T Cabang (cabe, bawang, dan jagung), juga digunakan untuk tanaman hortikultura lainnya seperti kentang, wortel, dan sayur-sayuran.

Selama ini, lanjut Paskalis, Sayur, wortel, dan kentang didatangkan dari luar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kota Lewoleba. Karena itu, lanjutnya, tahun depan Uruor akan menjadi penyangga kebutuhan masyarakat Kota Lewoleba.

Paskal Udak yang selama ini tekun dan menjadi orang pertama di Lembata yang mengembangkan tanaman porang mengatakan, untuk tahun 2021 dirinya selaku penjabat kepala Desa Belotang telah mengundang Bappeda, Dinas Pertanian, dan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa serta pemerintah Kecamatan Nubatukan, untuk penyerasian perencanaan antara rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) dengan rencana kerja pemerintah Desa Belobatang.

Dengan adanya penyerasian tersebut, kata Paskal, akan ada konektivitas antara program dan kegiatan pemerintah kabupaten dengan pemerintah desa.

Paskal menjelaskan pula bahwa pada 2021 mendatang, APBDes Desa Belobatang akan fokus pada pertanian. Konsep pengembangan holtikultura yang direncanakan di Desa Belobatang adalah hulu dan hilir. Hilirnya adalah BUMDes.

BUMDes inilah yang melakukan pemasaran terhadap hasil pertanian. Karena itu, pemerintah Desa Belobatang untuk tahun 2020 melakukan penyertaan modal awal ke BUMDes sebesar Rp50 juta dan tahun depan 100 juta.

“BUMDes yang melakukan pemasaran, masyarakat petani hanya tanam dan merawatnya, ” tegasnya. (*/bp)

Komentar ANDA?