Usai Rayakan Ulang Tahun Pelajar dan Honorer di Lembata Terseret Arus, Satu Orang Meninggal

0
1193

NTTSATU.COM — LEWOLEBA — Naas menimpa tiga pelajar dan seorang pegawai honorer di Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Senin (23/4)  Keempatnya bersama sekitar 20-an rekannya merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) sahabatnya, Mariam Pago Bolim Sulam, di pesisir Pantai Wato Miten, Desa Bour, Nubatukan.

“Salah seorang pelajar bernama Soleman Koli sekitar pukul 15.50 WITA ditemukan meninggal dunia diduga terseret arus laut di Pantai Wato Miten, Bour. Korban adalah seorang pelajar, tinggal di Wangatoa, Kelurahan Selandoro, Nubatukan,” ujar Kapolres Lembata AKBP Dr J Vivick Tjangkung, S.Sos, MI.Kom melalui keterangan yang diterima dari Lewoleba, kota Kabupaten Lembata, Senin (23/4).

Menurut Vivick, tiga korban yang berhasil diselamatkan adalah Pering Permenas Koli (26) seorang pegawai honorer, warga Wangatoa, Selandoro. Pering langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lewoleba. Kemudian korban selamat lainnya yaitu Euagalion Agnesia Mouw Dael (16), seorang pelajar, warga Wangatoa, Selandoro dan Tia Miranda Seli (18), seorang pelajar, warga Wangatoa.

Menurut Vivick, mantan, Kepala Bagian Pembinaan dan Operasional Direktorat Pembinaan Masyarakat (Kabagbinopsnal Ditbinmas) Polda Metro Jaya, saksi mata Juana Valenza Magang Sawu (13), seorang pelajar rekan korban sesama warga Wangatoa, menuturkan, Senin (23/4) sekitar pukul 12.00 WITA, korban Soleman bersama kurang lebih 20 rekannya pergi berekreasi merayakan HUT temannya, Mariam, di pesisir Pantai Wato Miten, Bour.

“Sekitar pukul 13.00, rombongan tiba di pantai Desa Bour kemudian berfoto dan makan bersama di Pantai Wato Miten. Usai foto dan makan bersama, setelah itu Soleman bersama temanya sekitar 10 orang mandi dan berenang di pesisir pantai. Tiba-tiba, Tia Miranda berteriak meminta tolong lalu korban langsung pergi menyelamatkan Nanda,” ujar Vivick mengutip Valenza.

Menurut Valenza, saat korban sudah mendekati Nanda, Tia Miranda langsung memeluk korban dan menekan kepala korban ke dalam air untuk menyelamatkan diri sehingga menyebabkan korban tenggelam dan tidak muncul di atas permukaan.

Setelah itu, lanjut Valenza, warga yang berada di sekitar pesisir pantai langsung menyelamatkan saudari Tia Miranda dan kedua temannya. Sementara korban tidak ditemukan. “Korban Pering Permenas Koli, seorang tenaga honorer sempat dilarikan ke RSUD Lewoleba dan saat ini sedang mendapat perawatan medis,” kata Vivick.

Menurut Vivick, upaya pencarian korban meninggal dilakukan menggunakan Kapal Pol Airud Polres Lemba dan 3 buah sampan dan penyelam. Sekitar pukul 17.45 WITA, korban ditemukan Ado Nunang (42) seorang nelayan dan penyelam dari Dusun Tubugrajan, Desa Ria Bao, Kecamatan Nagawutung.

“Sekitar pukul 18.00 WITA, korban kemudian dibawa menuju Rumah Sakit Umum Daerah Lewoleba untuk dilakukan visum et repertum. Saya menghimbau orangtua untuk terus mengingatkan anak-anak mereka agar tetap berhati-hati bila hendak merayakan ulang tahun di wilayah perairan pantai agar terhindar dari hal-hal yang tidak diharapkan,” kata Vivick, Kapolres berdarah Manggarai-Lamalera kelahiran Ende, Flores, 15 Maret 1971.

=======

Foto: Kapolres Lembata AKBP Dr J Vivick Tjangkung, S.Sos, MI.Kom saat terjun langsung mengevakuasi korban tenggelam di Pantai Wato Miten, Desa Bour, Kecamatan Nubatukan, Lembata, Senin (24/4) Foto: Istimewa

Komentar ANDA?