Usia Tujuh Tahun, Aset BPR TLM Mencapai Rp 164,8 Miliar

0
261

KUPANG. NTTsatu- Bank Perkreditan Rakyat Tanaoba Lais Manekat (BPR-TLM) Kupang, Nusa Tenggara Timur yang baru mencapai usia ke tujuh, namun hingga posisi 31 Maret 2015, asetnya sudah mencapai Rp 146,84 miliar. Aset ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengembangkan usaha-usaha mikro.

Direktur Utama BPR-TLM, Robert P. Fanggidae di Kupang, Jumat (17/4), mengatakan, posisi aset tersebut mengalami kenaikan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan posisi tahun sebelumnya.

” Peningkatan tersebut bersumber dari Tabungan Rp 44.67 miliar, Deposito Rp 79,42 miliar, laba tahun berjalan Rp. 996.501.412, Piutang Rp 126,7 miliar sedangkan laba bulan Maret 2015 Rp 436.126.390,” jelasnya.

Menurutnya, sejak berdiri tujuh tahun lalu , BPR TLM berhasil menghimpun dana masyarakat dengan junlah rekening tabungan 10.332, deposito 557 dan rekening kredit 1.826. Sedangkan jumlah nasabah hingga saat ini sebanyak 8.858 orang.

Menyangkut kredit bermasalah (non performing loan/NPL), Fanggidae mengatakan, hanya mencapai 2,50 persen saja dari total kredit yang disalurkan kepada masyarakat untuk pengembangan usaha mikro.

“Melihat perkembangan dan kondisi aset dan lalu lintas keuangan tersebut, manajemen BPR-TLM berencana akan mengembangkan sayapnya dengan membuka cabang pembantu di sejumlah wilayah, untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. rerutama masyarakat petani dan UKM,” ujarnya.

Dikatakannya, setalah membuka kantor kas di Naikoten dan cabang di Baubau, Kabupaten Kupang, tahun depan pihaknya akan membuka cabang baru di Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Dia optimistis BPR TLM akan terus maju dan berkembang. Bahkan, pihaknya sudah mempersiapkan diri untuk bersaing dengan lembaga perbankan lainnya. Sebab, jika tidak siap bakal dilindas persaingan itu sendiri.

“Dengan jumlah karyawan 77, kami terus berbenah diri. Hal ini dilihat dengan dikirimnya beberapa karyawan untuk magang di kantor akuntan publik. Mereka dipersiapkan menjadi pengawas internal,” paparnya. (bop)

Komentar ANDA?