Uskup Larang Imam di Filipina Ikut Kampanye Anti Narkoba

0
157
Foto: Para imam di Filipina bergabung dalam "Walk for Life" pada bulan Februari untuk mengecam pembunuhan terkait narkotika di negara itu. (Foto: Angie de Silva)

NTTsatu.com – Beberapa uskup di Filipina mengeluarkan larangan bagi para imam mereka untuk mengikuti kampanye anti narkoba yang digagas oleh pemerintah setempat.

Kepala Polisi Filipina Ronald dela Rosa sebelumnya mengundang para imam untuk mengikuti operasi anti narkotika yang dilakukan polisi terhadap obat-obat terlarang.

“Buka tugas gereja, terutama para imam untuk mengindefikasi atau menangkap mereka yang dicurigai terlibat dalam penjualan atau penggunaan narkotika,” kata Uskup Borongan Crispin Varquez seperti dilansir ucanindnesia.

Akan tetapi, uskup itu mengatakan bahwa gereja memiliki program yang fokus pada rehabilitasi moral dan spiritual para korban narkotika.

Perang melawan narkoba telah mengakibatkan sekurang-kurangnya 8.000 orang meninggal sejak diluncurkan delapan bulan lalu setelah Presiden Rodrigo Duterte dilantik menjadi pemimpin Filipina.

Sebelumnya, Uskup Auksilier Manila Broderick Pabillo mengatakan bahwa undangan kepala kepolisian itu hanya sebuah propaganda.

Uskup Keuskupan Agung Cebu Jose Palma mengatakan ia tidak akan mengijinkan para imamnya untuk mengikuti operasi polisi karena itu bukan ruang lingkup pelayanan mereka.

Ia mengatakan kampanye anti narkoba yang digagas pemerintah telah menimbulkan dampak yang buruk. (*/bp)

Komentar ANDA?