Uskup Turang Resmikan Gedung Gereja Stasi Petrus TDM

0
320
Foto: Uskup Agung Kupang, Mgr, Petrus Turang ketika meresmikan Gedung Gereja St Petrus, Stasi TDM, Selasa, 15 Agustus 2017

NTTsatu.com – KUPANGPembangunan Gedung Gereja Stasi St. Petrus TDM, Paroki St. Maria Assumpta, Kota Kupang yang  dibangun selama 18 tahun akhirnya selesai juga dan diresmikan oleh Uskup Agung Kupang, Mgr, Petrus Turang, Selasa, 15 Agustus 2017.

Pembangunan gedung gereja memakan waktu yang cukup lama karena terkendala pada masalah dana. Namun pembangunan atas dasar kerelaan dan dukungan dari semua umatnya, sehingga gereja tersebut bisa selesai dibangun dan akhirnya diresmikan.

Gedung gereja tersebut memakan biaya yang cukup besar yakni mencapai Rp 18 Miliar dan ini merupakan pembangunan gedung gereja paling besar di wilayah Paroki St. Maria Assumpta.

Saat Misa kudus, Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang mengatakan, ada tiga Peristiwa yang dirayakan hari ini, yakni peristiwa Bunda Maria diangkat ke Surga, Hari Ulang Tahun Paroki St. Maria Assumpta yang ke-28 tahun dan peresmian Gedung Gereja Stasi St, Petrus TDM.

“Setiap manusia memiliki angan-angan untuk mengalami peristiwa yang sama dengan Bunda Maria, namun Bunda Maria mengambil bagian rencana Allah yang Maha kudus dengan menyerahkan jiwa seutuhnya kepada Allah sehingga Bunda Maria sangat dikasihi oleh Allah dengan memberikan tempat tersendiri, dan kita manusia hanya menunggu peristiwa kebangkitan badan dari Allah. Dengan tiga peristiwa inilah, kita berkumpul dan mensyukuri anugerah Tuhan di sini,” kata Uskup dalam homilinya.

Sebelum mengakiri perayaan Misa kudus, Uskup Agung juga menghimbau kepada seluruh masyarakat TDM dan sekitarnya agar tidak sembarangan menggunakan gedung gereja ini dengan berfoto atau pun berselfi karena gedung gereja tersebut sudah di berkati dan sudah merupakan tempat di mana manusia mencari dan mendapatkan ketenangan serta kebugaran iman yang sejati dari sang Kuasa.

“Gereja merupakan tempat di mana kita menemukan ketenangan dan kebugaran iman untuk bersekutu dalam Kristus lewat perjamuan kudusnya, oleh karena itu gunakan gedung gereja tersebut untuk selayaknya, jangan ada lagi yang berfoto atau berselfi di gedung gereja ini,” pesan uskup.

Sementara Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dalam sambutannya mengatakan, makna peristiwa rohani ini berkenaan dengan tuntutan, harapan dan keinginan untuk adanya perubahan lebih baik dan membutuhkan tuntunan nilai-nilai religius serta spiritual yang utuh untuk menjaga dan memelihara perubahan yang terjadi dalam masyarakat sesuai rencana dan kehendak Allah.

“28 tahun untuk keberadaan, kebersamaan dan soliditas di antara jemaat, saya kira bukanlah sebuah persoalan yang sederhana. Selama 28 tahun hidup sebagai sebuah kesatuan Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang. Saya yakin, kita semua tentunya memiliki pengalaman, sikap hidup dan kesan sendiri-sendiri, dan saya bergembira atas realitas ini,” tandasnya.

Dia kemudian melanjutkan, “Kegembiraan saya ini didasari oleh sebuah pemikiran sederhana bahwa, di dalam dinamika pergumulan masyarakat dan komersialisasi hidup global seperti saat ini, di atas benang kusut inkonsistensi antara pikiran, perkataan dan perbuatan, di tengah rasa damai yang kian tergerus di tengah masyarakat dan diri sendiri, Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang masih tetap bersama, teguh berdiri dan tetap bersatu hati, Selain kegembiraan akan persatuan dan kesatuan Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang selama 28 tahun. Saya juga sangat bangga dengan kebersamaan ini dan berdoa agar tetap seperti ini,” tegas Gubernur.

Gubernur juga memberikan ucapan selamat Ulang Tahun kepada Paroki St. Maria Assumta dan juga pemberkatan Gedung gereja Stasi St. Petrus TDM, dan juga menghimbau kepada umat agar menggunakan gedung gereja dengan penuh iman karena di gudung inilah setiap irang boleh mendapatkan ketenangan jiwa dan berkomunikasi dengan sang Kuasa. (Bela).

Komentar ANDA?