Victory-Joss Dorong Pembangunan Bandara di Manggarai Timur

0
727
Foto: Cawagub NTT, Yosef Nae Soi foto bersama warga Elar Kabupaten Manggarai Timur dengan mengangkat empat jari sebagai bentuk dukungan terhadap paket Victory-Joss nomor empat ini.

NTTsatu.com – BORONG – Pasangan calon gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Yosef Nae Soi (Victory-Joss) memastikan akan  mendorong pembangunan bandara di Manggarai Timur. Bandara ini pasti dibangun  karena selama ini Bandara Frans Sales Lega di Ruteng Kabupaten Manggarai sering terganggu dengan cuaca yang mengakibatkan pembatalan penerbangan dari dan ke bandara tersebut.

“Kami pasti akan mengupayakan pembangunan bandara di Manggarai Timur (Matim). Lokasi yang paling tepat untuk pembangunan bandara di Tanjung Bendera,” kata cawagub NTT, Yosef Nae Soi dalam kampanye terbatas di Elar, Kecamatan Elar, Kabhupaten Manggarai Timur, Sabtu, 21 April 2018.

Dia menegaskan, kehadiran Bandara di Manggarai Timur sudah menjadi sebuah kebutuhan karena bandara Frans Sales Lega di Ruteng  selama ini sering sulit didarati pesawat karena cuaca. Pembangunan bandara baru itu juga menjadi sebuah solusi yang baik untuk  memperlancar arus transportasi udara dari dan ke Manggarai Timur.

Yosef menyatakan, dia memiliki pengalaman dan relasi yang cukup baik yang dibangun ketika selama sepuluh tahun menjadi anggoa Komisi V DPR RI. Karena itu jika pasangan Victory-Joss terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur lima tahun ke depan, mereka pasti akan mrealisasikan rencana tersebut bersama pemerintah Kabupaten Manggarai Timur.

Kehadiran Bandara di Manggarai Timur memang penting karena selama ini untuk mencapai daerah ini harus melalui Bandara Soa di Kabupaten Ngada atau Ruteng di Kabupaten Manggarai.

“Kita ingin agar pelayanan kepada masyarakat lebih dipercepat dan dipermudah jika transportasi di daerah itu membantu tugas pelayanan itu,” katanya.

Terkait jalan di wilayah Manggarai Timur terutama di wilayah Elar dan Elar Selatan, Nae Soi memastikan, untuk jalur jalan provinsi yang saat ini dalam kondisi rusak para di wilayah itu mereka akan menyelesaikannya dalam waktu tiga tahun.

“Dimana-mana kami selalu katakan, untuk membangun jalan provinsi yang saat ini dalam mondisi rusak dan rusak paras, kami butuh waktu selama tiga tahun semua jalan provinsi itu diselesaikan. Mereka juga sudah membangun komunikasi dengan berbagai pihak untuk mendapatkan dana sebesar Rp 5 triliun. Dana itu sudah ada dan jika kami dipercayakan memimpin daerah ini, kami langsung memulai pembangunan jalan provinsi itu,” katanya. (bp)

Komentar ANDA?