Wae Rebo Prestasi , Mbaru Gendang Lainya Hanya Nostalgia

0
1117

ZAMAN ukan hanya merubah gaya hidup manusia tetapi juga Mbaru Gendang  rumah adat di perkampungan di wilayah Kabupaten Manggarai sudah tidak sesuai lagi dengan bentuk asli budaya  seperti di kampung Wae Rebo Desa Satar Lenda Kecamatan Satar Mese Barat yang  mendapatkan penghargaan dari UNESCO.

Selasa, 2 Pebruari, saat wartawan NTTSatu.com memantau Mbaru  Gendang di beberapa kampung di kota Ruteng seperti di kampung Kumba, Kelurahan Satar Tacik, Kampung Nekang kelurahan Watu, kampung Karot Kelurahan karot, kampung Waso kelurahan Waso, kontruksi rumah gendang sudah mulai berubah wajah dari wajah asli bmenuju wajah modern sesuai perkembangan zaman

Beberapa perubahan  mencolok  tersebut terjadi pada kontruksi atap  tidak lagi memakai ijuk dari pohon aren tetapi  penggunaan sink sebagai atap rumah adat hampir seratus persen bagian atap hingga ujung kerucut Mbaru Gendang

Bak domba kehilangan bulu, keaslian sudah tidak nampak dari kota dingin Ruteng karena pengaruh perubahan zaman mengahampiri bangunan yang merupakan simbol persatuan warga kampung di Manggarai

Karena dari bangunan kerucut inilah semua kesepakatan antara kepala kampung, tokoh adat dan masyrakat melahirkan nilai dan norma adat kampong yang menjadi pedoman hidup bersama warga kampung.

Ikut Arus Perkembangan Zaman

 Perubahan model atap   diyakini karena faktor perkembagan zaman  mempengaruhi cara berpikir masyrakat untuk membangun Mbaru Gendang sesuai dengan perkembangan zaman

“Kontruksi asli rumah gendang masyarakat Manggarai sama persis seperti masyarakat kampung adat Wae Rebo, wajar kalau kampung tersebut mendapat penghargaan internasional ‘’ kata Otwin Wisang Kasi Pengembangan Wisata  Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Manggarai kepada NTT Satu.com, Rabu (3/2/2016)

Memang sederhana  ,tetapi kontruksi ini menggambarkan  ciri khas sebagian besar masyrakat Mangggarai tidak bisa mempertahankan keaslian  rumah adat  dapat  berpengaruh terhadap cara berpikir generasi penerus untuk belajar sejarah budaya kontruksi rumah adat yang sudah diwariskan pada ratusan tahun lalu

“Kita takut suatu saat di setiap zaman  terjadi perubahan total pada kontruksi rumah Gendang  hingga keaslianya yang unik hilang ‘’ jelas Otwin

Seandainya kondisi rumah  adat di wilayah Manggarai semua sama seperti di Kampung Wae Rebo tentunya dapat meningkatkan kunjungan wisatawan di Manggarai.

Selain terpengaruh oleh  perkembangan zaman kontruksi ini juga berubah karena faktor langkahnya pohon aren menyebabkan masyrakat adat di kampung sulit mendapatkan ijuk sebagi bahan dasar dijadikan atap  naturalis asli dari rumah adat.

“Sekarang pohon aren sangat langkah ,masyrakat sulit mendapatkan ijuk  untuk atap Mbaru  Gendang ‘’katanya

Pohon Aren Langka

Kelangkaan ini terjadi karena faktor nilai ekonomis pohon aren yang tidak memberikan keuntungtan pada masyrkat Manggarai yang hampir sebagian besar pekerjaan mereka adalah petani.

“Banyak masyarakat lebih menanam tanaman perkebunan komoditi seperti cengkeh, kemiri, kakao, jati yang memberikan keuntungan secara ekonomis pada kehidupan masyarakat Manggarai.” Katanya.

Hal ini bisa dilihat hampir sebagian besar lahan perkebunann masyarakat Manggarai dipenuhi pohon kopi dan kemiri serta beberapa jenis komoditi lainnya.

Selain itu kata Otwin, berdasarkan pengakuan salah satu tokoh adat di Mbaru Gendang Waso Kelurahan Waso, Kota Ruteng terjadinya perubahan dari penggunaan ijuk menuju sink disebabkan adanya sejenis burung yang mengambil ijuk di atas Mbaru Gendang untuk dijadikan sarang.

Agar Kontruksi  asli tetap dipertahankan pada pembangunan kontruksi rumah gendang di setiap perkampungan, perlu upaya pelestarian pohon aren yang melibatkan seluruh komponen penting di kampung adat tersebut ataupun  Pemda, Pemerintah kecamatan, Desa, tokoh masyrakat, tokoh muda, tokoh adat, gereja dan tokoh lainya secara bersama-sama kembali menanam pohon aren.

“Semua Tokoh di Kampung harus terlibat dan bertanggung jawab untuk melestarikan pohon aren ‘’ tandasnya. (Nimus Dale)

=====

Keterangan foto: Mbaru Gendang   di wilayah Kabupaten Manggarai sudah tidak sesuai lagi dengan bentuk asli

 

Komentar ANDA?