Wagub Jemput Pengiriman 18 Jenazah Asal NTT yang Dipulangkan dari Papua Barat

0
1205

NTTSATU.COM — KUPANG —Seluruh jenazah korban kecelakaan truk di Pengunungan Arfak, Manokwari, Papua Barat yang berjumlah 18 orang, asal Nusa Tenggara Timur tiba di Kupang menggunakan pesawat carteran Lion Air, Kamis (14/4/2022).

Jenazah para korban didampingi dan diantar langsung oleh Ketua Umum Ikatan Flobamora NTT Papua Barat, Clinton Tallo dan pengurus lain.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi bersama pejabat lain ikut menjemput jenazah para korban, di terminal kedatangan VVIP milik Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sebanyak 18 dan dua cadangan mobil jenazah disiapkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, untuk mengantar seluruh jenazah ke kampung halaman mereka masing-masing, di Kabupaten Belu, Malaka, Kabupaten Kupang dan TTS.

Sebelum diberangkatkan, seluruh jenazah korban didoakan oleh pemuka agama. Setelah itu 18 mobil jenazah yang dikawal ketat aparat Polda NTT, Polres Kupang Kota dan Polres Kupang beriringan mengantar jenazah para korban.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Josef Nae Soi mengaku sudah menelepon Gubernur Papua untuk memfasilitasi ahli waris dalam mengurus hak-hak para korban.

“Sekarang kita konsentrasi dulu dengan proses pemakaman mereka sesuai adat dan kepercayaan mereka dulu, nanti baru kita urus hak-hak mereka sebagai karyawan perusahaan yang pekerjakan mereka,” katanya.

Menurut Josef, para korban merupakan pekerja yang terdata secara resmi, di perusahaan Toko Tengah Manokwari.

“Walaupun saat berangkat tidak melalui pemerintah namun mereka resmi. Di Indonesia kan boleh kerja dan tinggal dimana saja, sesuai undang-undang. Yang tidak boleh itu kabur ke luar negeri,” jelasnya.

Josef Nae Soi mengatasnamakan pemerintah, pribadi dan masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur mengucapkan turut berbelasungkawa, kepada para korban yang meninggal dunia, akibat kecelakaan tunggal di Pengunungan Arfak, Manokwari.

“Kita berdoa bagi korban yang kritis dan dirawat intesif di rumah sakit, secepatnya memperoleh kesembuhan,” ungkapnya.

Ketua Umum Ikatan Flobamora NTT Papua Barat, Clinton Tallo mengatakan, ada satu keluarga yang ikut menjadi korban kecelakaan naas tersebut. Suami dan anak meninggal di tempat, sementara istrinya kritis dan sementara dirawat intensif di rumah sakit.

“Satu keluarga asal Atambua yaitu bapak dan anak umur tiga tahun meninggal. Istrinya saat ini kritis di rumah sakit,” jelasnya.

Ia mengaku, setelah menyerahkan seluruh jenazah kepada keluarga masing-masing, pihaknya akan kembali ke Papua Barat untuk membahas hak-hak para korban, bersama pihak perusahaan yang mempekerjakan mereka.

“Pemulangan seluruh jenazah dan kami yang ikut mendampingi semuanya ditanggung oleh perusahaan para korban bekerja. Pesawat perusahaan carter dan sampai pemakaman pun seluruh biaya ditanggung perusahaan,” tutup Clinton Tallo.

Sebelumnya, sebanyak 18 warga asal Nusa Tenggara Timur dinyatakan meninggal dunia, setelah terlibat kecelakaan maut di Manokwari, Papua Barat.

Truk yang ditumpangi para korban disebut menabrak gunung Kilometer 10 Pengunungan Arfak, saat hendak pergi ke pusat kota, untuk berbelanja dan mengirim uang ke kampung. (KATANTT/bp)

Komentar ANDA?