Waienga, Kawasan Ekonomi Produktif

0
303

LEWOLEBA. NTTsatu.com – Desa Waienga di kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata dengan luas sekitar 13 Km2 dengan jumlah penduduk sebanyak 932 jiwa, dikategorikan sebagai kawasan ekonomi produktif yang terus dikembangkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata. Betapa tidak. Sebagian penduduk adalah petani dan sekaligus nelayan karena merupakan desa pantai dan desa wisata yang menarik.

Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, mengatakan hal itu ketika melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Desa Waienga, Senin(18/1). “Waienga bukan saja dikenal sebagai pusat produksi Mutiara Lembata, tapi juga pusat wisata bahari yang sungguh menjanjikan. Kapal pesiar wisatawan sering datang ke sini karena alam bawah laut sangat indah”,ujar Bupati sunur.

Dikatakan Sunur, Wienga, Lodoblolong, dan Lerahinga misalnya, merupakan daerah potensial untuk dikembangkan menjadi kawasan ekonomi produktif. Lahan pertanian sangat mungkin dikembangkan termasuk potensi peternakan dan perikanan .

Transportasi lintas Lebatukan ke kawasan produktif Wade kelak jadi poros utama ekonomi produktif. Selain pembangunan jalan ke kawasan itu, tapi juga akan dibangun sebuah bendungan untuk kepentingan irigasi yang menelan anggaran sekitar 20 Miliar event tahunan

Festival Nuhanera, dengan alam bawah lautnya yang kini dikenal dunia internasional seiring dengan diluncurkannya, Buku Lembata Underwater, di Jakarta baru-baru ini.

Program Membangun Lahan Tidur Menuju Kesejahteraan Rakyat (Melati Mekar) justru menjadi program andalan Distanhut mengolah lahan tidur seluas 100 Ha, memicuh ekonomi produktif.

Karena itu, demikian Bupati sunur, pembangunan pariwisata telah ditetapkan menjadi Leading sectors , akan memicuh laju pembangunan sektor lainnya. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya harus kreatif mengembangkan program dan kebijakan masing-masing mendukung sektor pariwisata.

Bahkan Pemerintah Pusat sudah menyetujui pembangunan Jembata Marina di Waienga, Kecamatan Lebatukan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan mancanegara yang hendak melabuhkan peranhu yang digunakannya untuk berkeliling dunia.

Banyak kapal pesiar yang sering ke Waienga karena alam bawah laut yang sangat mengagumkan dengan berbagai aneka biota laut dan terumbu karang yang indah untuk dinikmati wisatawan mancanegara.

Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lembata, Longginus Lega ketika memaparkan gambaran umum Tupoksi SKPD-nya, menjelaskan, pembangunan sektor pariwisata Lembata fokus pada 4 destinasi unggulan.

Pertama, Lamalera yang telah dikenal dunia internasional dengan tradisi penangkapan ikan paus secara tradisional menjadi obyek wisata historis-heroik-religius yang menarik.

Kedua, Kawasan Nuhanera, bukit indah dengan pantai berpasir putih serta alam bawah lautnya sangat indah menjadi obyek wisata yang menarik wisatawan.

Ketiga, Geopark Tourism, kawah gunung Ile Lewotolok yang luas sangat mungkin dimanfaatkan untuk bermain bola, dan menarik untuk wisata pendakian, konon merupakan Gunung dengan kawah terindah kedua setelah Gunung Rinjani.

Keempat, Bukit Doa Watomiten dan Bukit Cinta (Wolor Pass) juga menjadi obyek wisata yang indah dan menarik yang tengah dibangun saat ini. (Humas Setda Lembata).

=====

Foto: Bupati Lembata ketika bersama rakyat Waienga beberapa waktu lalu

Komentar ANDA?