Wapres Harapkan Koperasi Harus Tetap Hidup

0
147

KUPANG. NTTsatu.com – Wakil Presiden RI, M. Jusuf Kalla (JK) mengharapkan Koperasi di Indonesia harus tetap hidup karena Koperasi itu tumbuh dari, oleh dan untuk anggota. Anggota Koperasi tentu sudah mengalami banyak sekali manfaat ketika berkoperasi, karena itu pemerintah juga akan membantu koperasi melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Pemerintah akan tetap mengucurkan dana untuk KUR dan tentu akan terus berupaya untuk menurunkan suku bungan KUR tersebut sehingga Koperasi bisa hidup dengan baik. Kalau sebelumnya bunga KUR sebesar 22 persen, tahun ini sudah turun menjadi 12 persen dan tahun depan kita turunkan lag menjadi tinggal sembilan persen,” kata Wakil Presiden Jusuf Kalla di acara Peringatan Hari Koperasi (Harkopnas) ke – 68 di Kupang, Minggu (12/7) petang.
Peringatan Harkopnas tahun ini secaa nasional dipusatkan di Kupang. Wapres dating ke Kupang bersama Ny. Mufidah Jusuf Kalla dan sejumlah menteri antara lain Menko Perekonomian, Sofyan Djalil, Menteri Koperasi dan UMKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, MenPAN RB, Yuddy Chrisnandi, Menteri Negara PPN/ Ketua Bappenas, Adrinof Chaniago, Menteri Perindustrian, Saleh Husin. Hadir juga Ketua DPR Setya Novanto dan Ketua Dekopin Nurdin Halid.
Kesempatan itu JK menegaskan, pemerintah akan mengambil resiko apapun untuk penurunan bunga KUR sebagai bentuk dukungan pemerintah atas usaha masyarakat khususnya berskala mikro. Namun, ia menyebut penurunan itu juga bisa berdampak negatif untuk koperasi.
“Ini bisa berdampak negatif bagi koperasi simpan pinjam yaitu bagaimana untuk bersaing dan menjaga efisiensinya,” sambungnya.
Dia menuturkan, saat ini jumlah koperasi terus bertambah setiap tahun. Namun, tak memungkiri hanya 50 – 70 persen yang aktif.
“Ekonomi kita tidak secemerlang lima tahun lalu. Karena itu salah satunya caranya dengan menggiatkan usaha koperasi secara bersama. Pemerintah dari daerah hingga pusat bersama-sama warga bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” paparnya.
Dalam kesempatan itu JK lebih menyoroti cara-cara untuk mengembangkan usaha mikro di daerah, salah satunya adalah koperasi. Menurutnya, ekonomi yang melemah tahun ini harus menjadi kesempatan meningkatkan penjualan produksi dalam negeri.
“Hari ini ekonomi melemah akibat melemahnya ekonomi dunia. Karena itu permintaan menurun sehingga daya beli menurun. Mudah-mudahan tahun ini berhenti. Meskipun kita memproduksi daging tapi kita tetap impor daging,” tambahnya. (iki)

Komentar ANDA?