Warga Boleh Terbang dan Berlayar Tanpa Kartu Vaksin. Ini Edaran Terbaru

0
32736
NTTSATU.COM — KUPANG — Selain membebaskan kartu vaksin bagi pelaku perjalanan menggunakan moda transportasi udara, Pemprov NTT juga memberi kesempatan luas kepada warga NTT untuk berlayar ke seluruh wilayah NTT menggunakan Kapal Fery atau angkutan laut lainnya tanpa harus menunjukan Kartu Vaskin

Dalam Surat Edaran terbaru perihal Penyesuaian Perpanjangan Pembatasan Pelayanan angkutan udara, laut dan penyeberangan Nomor 550/553.2/316/VII/2021 tertanggal 29 Juli 2021 yang ditandatangani Kadis Perhubungan NTT, Isyak Nuka,ST, MT, Pemprov NTT memberikan beberapa kelonggaran bagi masyarakat untuk bepergian di wilayah NTT meski beberapa daerah sedang memberlakukan PPKM 4.

Khusus untuk pelaku perjalanan di wilayah NTT hanya diberlakukan aturan menunjukan hasil negative Rapid Test Antigen yang berlaku 1x 24 jam sebelum keberangkatan dan mengisi kartu e-HAC Indonesia.

“Kami apresiasi kepada Pemprov NTT yang cepat tanggap dalam hal memutuskan kebijakan transportasi di area NTT,” ujar General Manager Wings Air Kupang, Rinus T. Zebua kepada pers, Kamis, (29/7).

Dikatakan Rinus, kebijakan terbang tanpa Kartu Vaksin tersebut memberi ruang gerak yang sedikit longgar bagi operator penerbangan untuk lebih profesional dan maksimal melayani warga pelaku perjalanan.

Hal ini dikarena selain ratio vaksinasi covid-19 di NTT hingga saat ini terpantau masih rendah karena ketersediaan dosis vaksin maupun aspek teknis lainnya sehingga ditengarai bisa menyurutkan warga untuk bepergian menggunakan angkutan udara.

“Ya dengan aturan Kartu Vaksin jadi syarat mutlak terbang, kita kewalahan juga. Selama ini load factor (keterisian kursi) berkisar hanya 30 -7-%. Kondisi ini memang berdampak pada kualitas pelayanan yang maksimal bagi pelanggan setia kita meski standar prokes covid-19 kita patuhi,” ujarnya.

Dengan diberikan kemudahan terbang hanya menggunakan hasil rapid antigen negative SARs/Covid-19 maka dipastikan banyak warga yang bisa tertolong dan bisa bepergian ke kota-kota di NTT dengan lebih gampang apalagi di musim sekolah masuk tahun ajaran baru ini.

Rinus juga menilai kebijakan yang keliru malah dapat menghambat program vaksinasi yang saat ini dikejar oleh pemerintah untuk mencapai Herd Immunity.

Dalam Surat Edaran tersebut ditegaskan bahwa khusus untuk penerbangan dan askes transportasi dari provinsi NTT keluar NTT tetap mengikuti standar nasional dan ketentuan di daerah tujuan.
Sedangkan dalam point 2 surat tersebut, Kadis Perhubungan NTT, Isyak Nusa mengatakan, untuk penerbangan dari luar yang mau ke NTT, wajib menunjukan minimal Surat Vaksin 1, Surat hasil negatif rapid Test Antigen yang berlaku 1x 24 jam sebelum keberangkatan, mengisi kartu e-HAC Indonesia.

Untuk diketahui, Surat Edaran perpanjangan pembatasan pelayanan angkuta udara, laut dan penyerbangan tersebut mulai berlaku dari tanggal 27 Juli hingga 8 Agustus 2021. (*/gan)

====

Foto: Kadis Perhubungan NTT, Isyak Nuka saat memberikan penjelasan

Komentar ANDA?