Warga Flotim Kumpul Dana Untuk Keluarga Korban Penyanderaan

0
165
Foto: Aksi pengumpulan dana untuk korban penculikan dan penanderaan tiga warga Flotim yang sedang dilaksanakan di pelabuhan laut Larantuka, Minggu, 17 Juli 2016 siang

LARANTUKA. NTTsatu.com – Aksi solidaritas masyarakat Flotim terhadap ketiga saudara mereka yang disandera oleh kelompok Abu Syyaf terus bermunculan. Minggu, 17 Juli 2016 siang, mereka secara spontan menggelar aksi Seribu Rupiah di beberpa lokasi dalam kota Larantuka.

Seperti disaksikan wartawan, Terik panas Kota Larantuka Minggu, 17 Juli w2016 siang,  tidak menjadi penghalang bagi sejumlah anak muda di Larantuka yang secara sukarela menggelar  aksi Seribu Rupiah tersebut.

Aksi dilakukan mulai dari Pasar hingga ke pelauhan laut Larantuka. Mereka memawa dus bekas yang ditempel foto keluarga ketiga Korban dari desa Laton Liwo, Kecamatan Tanjung Bunga, Flores Timur.

Warga yang peduli dengan kejadian yang menimpa tiga warga desa Laton Liwo itu mengisi dus-dus kosong yang dibawah para peserta aksi. Masyarakat yang berkehendak baik memasukan uang Rp 1.000 hingga Rp 10.000 ke dalam dus-dus itu.

Aksi solidaritas ini digelar semata-mata untuk membantu biaya keutuhan pokok istri dan anak-anak korban penyanderaan, terutama biaya pendidikan anak-anak mereka.

“Sebenarnya ini aksi spontanitas kepedulian kita terhadap korban penyanderaan yang adalah warga asal Flores Timur. Kepedulian kita itu sebatas bahwa rasa keprihatinan kita kepada anak-anak dan istri yang ditinggalkan. Korban sebagai tulang punggung, yang selama ini mencari nafkah untuk mereka. lalu ketika sang ayah dari anak istri ini disandera, pasti kecemasan dengan segala bentuk pikiran itu muncul. disitu kepedulian kita amat sangat tinggi bagaimana trauma itu terjadi pada istri maupun anak-anak,” kata Benedikta Dasilva salah satu penggagas aksi tersebut.

Menurutnya, hasil dari aksi tersebut akan disimpan di Bank untuk dibuatkan simpanan pintar untuk masing-masing anak dari ketiga korban penyanderaan itu dengan nama masing-masing.

Sebelumnya diberitakan, pada tanggal 10 Juli 2016 lalu, tiga WNI asal NTT yang bekerja sebagai nelayan itu diculik oleh kelompok bersenjata api ketika sedang mencari ikan. Ketiga nelayan itu diketahui diculik oleh kelompom Mukthadil Brother dan dibawah ke perairan Filipina. (ven/bp)

Komentar ANDA?