Wartawan AFB TV Daianiaya Staf Biro Hukum Setda Provinsi NTT

0
208

KUPANG. NTTsatu.com – Efron Suna, wartawan AFB TV, Senin, 13 Juli 2015 dianiaya Staf Biro Hukum Setda NTT, Maret Jala (50). Penganiayaan itu langsung dilaporkan ke Polsek Maulafa, Kota Kupang.

“Hari Senin lalu setelah kejadian kami langsung laporkan kasus ini ke Polres Kupang Kota, namun karena ada hambatan teknis maka kami disarankan mlapor ke Polsek Malfa. Namun kemarin kami membuatkan laporan di Polres Kupang Kota, dan sudah memberikan keterangan, Kemarin, Selasa (14/7),” kata Efron Suna kepada wartawan di Pres room Gedung DPRD NTT, Rabu, 15 Juli 2015.

Efron menuturkan, dia bersama temannya yang juga wartawan AFB TV, Lidya Rambu Prailiang menjalankan tugas di Kantor Gubernur NTT.

Dijelaskannya, peristiwa itu terjadi pada Senin (13/7/2015) petang. Penganiayaan ini terjadi di lantai satu Kantor Gubernur NTT di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Naikolan, Kecamatan Maulafa, sekitar pukul 14,00 Wita. Saat itu, ia bersama Rambu mewawancarai Wakil Gubernur NTT, Drs. Benny Litelnony, SH, M.Si.

“Kami baru habis wawancara Pak Wagub. Saat keluar dari ruang kerja Pak Wagub, dia langsung cegat Rambu. Dia bilang, Rambu wawancara dia, kemudian buat berita tidak sesuai dengan apa yang dia sampaikan di Hotel Romyta beberapa waktu lalu,” jelas Efron.

Namun Rambu langsung memberikan klarifikasi bahwa saat ini dirinya sudah tidak lagi bertugas di bidang politik, melainkan di bidang ekonomi dan bisnis, sehingga Rambu mengaku tidak pernah mewawancarai Maret Jala. Tetapi sepertinya Maret tidak terima, sehingga dia mengejar Efron ke lantai satu.

Setelah berhasil mengejar Efron, tanpa bertanya, Maret langsung menampar Efron di pipi kirinya dengan keras. Maret juga sempat merampas ID card, kunci motor, tas, kamera, serta handphone Efron. “Saat dia berdebat dengan Rambu, saya jalan terus. Makanya setelah dia kasih kembali ID card Rambu, dia kejar saya dan langsung tampar saya di lantai satu,” jelasnya.

Bahkan setelah menampar Efron, Maret sempat menyampaikan pernyataan bahwa dia tidak takut kalau jika harus berurusan dengan aparat kepolisian karena tindakannya tersebut. “Silahkan lapor ke polisi, saya tidak takut,” jelas Efron mengulangi pernyataan Maret.

“Kita harus menempuh proses hukum biar pela itu sadar bahwa dia telah melakukan perbuatan criminal yang tidak pantas dilakukan kepada orang lain termasuk saya,” kata Efron. (iki)

Komentar ANDA?