Wartawati Asal Ruteng di Palu Tewas, Diduga Dibunuh Suaminya

0
361
Foto: Maria Amanda Sandipu pada kesempatan meliput di KRI Birang di Pangkalan TNI AL Watusampu Palu beberapa waktu lalu. (Foto: Basri)

NTTsatu.com – Maria Amanda Sandipu (37), wartawati Harian Palu Ekspres asal Ruteng, Flores, NTT, ditemukan sudah terbujur kaku dengan wajah lebam di kamar kosnya Jalan Karoya – Palu Selatan, Jumat (17/3/2017) sekitar pukul 11.00 Wita.

Wartawati kelahiran Ruteng, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akrab disapa Manda itu meninggal dunia diduga akibat penganiayaan oleh suaminya sendiri Rinu Yohannes.

Dugaan itu dikemukakan adik korban bernama Frans yang bersaksi bahwa malam sebelumnya sekitar pukul 20.00 Wita terjadi pertengkaran antara korban dengan suaminya. Namun pertengkaran itu ditengahi oleh kakak korban yang juga diduga sebagai pengguna narkoba.

“Memang dari malam sampai jam dua bertengkar,” kata Frans di Rumah Sakit BK Kota Palu.

Frans, sama sekali tak menyangka kakanya akan meninggal dengan kondisi tragis seperti itu. Pasalnya, saat pagi ia mengira bahwa korban sudah berangkat kerja karena motor milik korban sudah tak ada.  Tetapu kemudian korban ditemukan  sudah terbungkus dan ada memar di wajahnya.

Informasi yang berhasil dihimpun, kakak korban mendapat sms dari korban yang berbunyi “pp rinu yohanes masih pake narkoba”. Mendapat sms seperti itu, kakak korban lalu berisinisiatif datang ke kos korban.

Saat di kos, kakak korban mendapati adiknya (Manda) dan suaminya terlibat pertengkaran tentang uang yang hilang. Namun pertengkaran itu berhasil diredamnya dan kakak korban kembali ke rumahnya.

Pada pukul 11.00 wita, kakak korban kembali ke kos korban. Saat itu pintu kos dalam keadaan terkunci. Kakak korban merasa ada firasat yang tak baik. Ia lalu membuka pintu kos menggunakan obeng.

Korban pun ditemukan dalam keadaan terbungkus selimut. Kakak korban sempat memanggil dan menyentuh, namun korban tak bergerak lagi. Saat itu wajah korban sudah berwarna biru dan bibir korban berwarna hitam.

Akhirnya, kakak korban langsung membawanya ke Rumah Sakit BK untuk dilakukan pertolongan. Namun, nyawa Manda tak tertolong lagi. Sementara suamikorban, Rinu Yohannes hingga kini tidak diketahui keberadaannya.

Keluarga korban kemudian melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian. Pihak kepolisian sendiri langsung meresponnya dan bahkan melakukan olah TKP.
Manda bergabung di Harian Palu Ekspres (Fajar Group) sejak tahun 2013. Sebelum bergabung di Harian Palu Ekspres, dan pernah menjadi wartawati di Nuansa Pos dan Radar Sulteng.  Almarhumah juga tercatat sebagai anggota AJI Palu sejak 2010. (*/bp)

Komentar ANDA?