Waspadailah Orang Dekat dan Orang Dalam

0
181
Foto: Upacara Pembasuhan Kaki para rasul yang dilakukan malam ini di Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui, Kupang

NTTsatu.com – KUPANG – Romo Okto Naif mengingatkan setiap umat Katolik yang malam ini merayakan Perayaan Hari Kamis Putih untuk merenungkan  tiga hal penting dalam peristiwa malam ini dan juga jangan terlalu percaya pada orang dekat dan orang dalam.

“Yesus sangat dekat dan selalu bersama-sama setiap saat dengan dua belas rasulnya. Namun malam ini, seorang yang dekat denganNYA sekaligus orang dalam berani menjualNYA dan seorang lagi menyangkal kalau tidak mengenalNYA. Mereka adalah Yudas dan Petrus,” kata Romo Okto dalam homilinya pada Perayaan kamis Putih di Gereja paroki St. Yoseph Pekerja Penfui, Kupang, Kamis, 13 April 2017.

Romo berulang kali menegaskan, orang dalam dan orang dekat itu memang perlu diwaspadai karena mereka bisa menghadirkan surga, juga Neraka sekaligus. Dan ini memang fakta yang tidak bisa dipugkiri karena sifat manusia memang tidak pernah puas dengan apa yang ada padanya.

Romo yang pengajar dan pembina pada Seminari Tinggi St. Mikhael Kupang ini mengatakan,   perayaan Kamis merupakan perayaan untuk mengenang tiga hal penting yakni Kasih dan sifat permanen Tuhan, malam perjamuan dan basuh kaki.

Mengasihi versi Yesus kata Romo Okto adalah mengasihi yang total dan tanpa batas. Yesus mengasihi miridNYA tanpa batas dan tidak berkesudahan. Yesus juga memiliki sifat rendah hati dan melakukan sesuatu yang sama sekali tidak pernah dibayangkan sebelumnya oleh para pengkutnya.

Membasuh kaki murid-muridnya merupakan sebuah perbuatan yang dilakuka oleh seorang guru kepada muridnya atau tuan kepada hambanya.

“Kalau hamba membasuh kaki tuannya itu hal yang wajar, atau juga murid membasuh kaki gurunya. Tetapi Yesus yang adalah guru dan Tuhyan itu rela membasih kaki murid-muridnya dalam perjamuan malam itu. Inilah kasih yang perlu diperhatikan dengan sunggu,” kata Romo Okto.

Romo Okto juga mengatakan, Yesus tahu bahwa malam ini Yudas akan menjualNYA dan Petrus akan menyangkalNYA tetapi Dia tetap melakukan perbuatan kasih kepada mereka semua.

“Marillah kita mencontohi sikap-sikap Yesus itu dengan kemampuan kita masing-masing dan dengan cara kita masing-masing,” pesan Romo Okto mengakhiri kotbahnya. (bp)

Komentar ANDA?