Wilson Lalengke: Segera Bubarkan Dewan Pers

0
330
NTTsatu.com — KUPANG — Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonedia (PPWI) Wilson Lalengke mendukung penuh rencana pemerintah melalui Menteri Pendayagunaan  Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PAN-RB) untuk membubarkan Dewan Pers bersama beberapa lembaga lainnya.

 

Segera, lebih cepat lebih baik. Bubarkan saja Dewan Pers”, tandas Lalengke kepada Media di Jakarta,  Kamis (17/06/2021).

Lalengke beralasanpembubaran Dewan Pers itu selain sebagai upaya penghematan anggaran negara, langkah itu amat strategis karena fakta lapangan menunjukkan bahwa Dewan Pers selama ini tidak memberi kontribusi bagi terwujudnya tujuan pembentukan lembaga tersebut.

Bagi Lalengke, tanpa Dewan Perswartawan tetap harus ada. Tanpa Dewan Pers, kontrol sosial harus tetap berjalan. Tanpa Dewan Pers, mengkritisi kebijakan-kebijakan yang tidak pro-rakyat harus tetap ada.

Dewan Pers ada karena ada wartawan dan media. Tetapi, adanya wartawan dan media tidak bergantung pada adanya Dewan Pers”, tegas Lalengke.

Menurut alumnus Lemhanas ini, fungsi dan tujuan pendirian Dewan Pers telah melenceng dari apa yang diharapkan para wartawan atau si pemburu berita. Jadi, memang dipandang tidak perlu lah adanya. Dewan Pers harus segera dibubarkan saja.
Lalengke menjelaskan, perkembangan kemerdekaan pers terbelenggu oleh adanya sistem Dewan Pers yang tidak jelas arahnya. Sehingga, insan media atau para pekerja yang profesinya hasil dari meliput berita di lapangan terkadang tidak mendapat pembelaan ketika ada  benturan dengan sang penguasa yang ingin terlepas dari jeratan hukum dan berbalik menyalahkan wartawan dan medianya.
“Perkembangan kemerdekaan pers tidak sesuai dengan  amanat UndangUndangDengan adanya pengekangan pers di Indonesiadi mata dunia kebebasan pers kita semakin merosot. Seharusnya Dewan Pers itu bisa mengatasi atau  membela pers ketika dibelenggu dan  berhadapan dengan penguasa dan pemerintah”, jelas Lalengke.

Kepada wartawanLalengke berpesan agar kredibilitas profesi wartawan tetap dijaga.

Wartawan tidak boleh melanggar ketentuan yang adaSebagai corong di masyarakat, insan pers harus lebih kritis serta berani ketika melihat hal yang terjadi di masyarakat”, demikian Lalengke.  (*/gan)

Komentar ANDA?