Wisuda PGRI Dalam Pengawalan Ketat Polisi

0
53

KUPANG. NTTsatu – Acara Wisuda Sarjana Universitas PGRI Kupang pada Sabtu, 2 Mei 2015 bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Aula Utama El Tari Kupang berlangsung aman. Namun di luar gedung itu sejumlah aparat kepolisian berjaga-jaga untuk mengamankan jalannya kegiatan wisuda tersebut.

Informasi yang diperoleh wartawan, acara wisuda Sarjana lembaga pendidikan tinggi di Kota Kupang itu dalam pengawalan ketat aparat kepolisian karena ditengarai akan ada demonstrasi besar-besaran untuk menghalangi kegiatan akbar dimaksud. Namun hingga usai kegiatan itu, tidak ada tanda-tanda akan datang para demonstran tersebut.

Sesuai informasi, demonstrasi itu hendak digelar karena di lembaga ini diduga menyimpan sejumlah masalah yang belum terselesaikan dengan baik. Masalah itu antara lain, legalitas Rektor Universitas PGRI yang sempat ribut beberapa waktu lalu hingga dugaan pemalsuan surat-surat di lembaga yang dimpimpin Samuel Haning tersebut.

“Kami hanya diminta untuk menjaga keamanan di sekitar lokasi kegiatan wisuda ini. Ini tugas yang harus kami jalankan, karena ada isu bahwa akan ada deminstrasi yang mengerahkan banyak orang untuk menggagalkan acara wisuda ini. Tapi kami sendiri tidak tahu kenapa demo itu digelar,” kata seorang angggota Polri yang dimintai komentarnya tentang kehadiran mereka di sekitar lokasi tersebut.

Pada kegiatan wisuda Universitas PGRI NTT itu, Rektor Universitas PGRI Kupang Samuel Haning mewisudawakan 715 orang wisudwan-wisudawati. Dan baru terjadi di Kupang bahkan NTT, kalau wisuda sarjana itu dilakukan dalam dua gelompang pada hari yang sama.

Pantauan NTTsatu.com, Sabtu 2 Mei 2015), wisuda berlangsung dalam dua gelombang yakni pertama dimulai pukul 08:00 wita hingga pukul 11: 00 wita, sedangkan gelombang kedua berlangsung pukul 14: 30 wita hingga selesai. Dan pada gelombang kedua itu sempat mengalami hambatan karena listrik PLN sempat padam namun tidak berlangsung lama.

Hadir pada acara wisuda ini, Wakil Gubernur NTT, Benny A Litelnoni, Ketua YPLP PGRI Pusat, H. Sugito, Ketua Pengurus PGRI NTT, Octo Ouwpoly, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah VIII C, Dr. Drs. Marcel Bria, Pr dan seluruh jajaran pimpinan dan deosen Universitas PGRI. (bop)

Komentar ANDA?