Yayasan Mariamoe Peduli Dampingi TK Negeri Kisol

0
237

NTTsatu.com — KISOL — Komitmen Yayasan Marimoe Peduli pada pendidikan anak menjadi alasan utama, mengapa sampai saat ini YMP tetap setia dengan program-program pendampingan anak.

Sejauh ini sekolah-sekolah dampingan YMP, mengalami perkembangan yang sangat membanggakan. Rata-rata orang tua merasa bahwa anak-anak mereka sangat berkembang dan terbantu perkembangan Psikologisnya.

Direktur YMP, Albina Redempta yang ditemui di sela-sela kegiatan pendampingan di TKN Kisol, Rabu, 2/6 menjelaskan, dia bersyukur karena pendekatan dan pendampingan yang dilakukan kepada beberapa sekolah di Manggarai Timur mendapat respon yang positif.

” YMP tentu sangat mensyukuri perkembangan baik ini. Dua sekolah TKN di Matim yakni TKN Kisol dan TKN Borong, memperlihatkan perkembangan yang luar biasa. Respon orang tua sangat positif.

Sebagai penggagas sekolah bahagia YMP tetap ingin membuktikan bahwa secara konseptual sekolah bahagia itu berpihak pada perkembangan kecerdasan majemuk anak.Dan jika dijalankan dengan benar, sekolah bahagia sebenarnya membantu banyak anak menjadi hebat.

“Pada prinsipnya sekolah bahagia itu, berbasis pada pendekatan kecerdasan jamak, dimana sejak awal anak sudah dipetakan berdasarkan potensi, minat dan bakatnya, ujar Albina yang juga dikenal sebagai praktisi psikologi.

Albina menjelaskan bahwa apa yang dilakukan saat ini di TKN kisol 5 hari kedepan adalah proses reguler akhir tahun yang tujuannya memetakan potensi anak, teacher Cllas, Parenting Class, dll.
” Ini sebenarnya reguler event, yang memadukan beberapa agenda, seperti assesment psikologi pada anak, kelas untuk guru bahagia, kelas untuk orang tua dan unjuk kemampuan anak,” tuturnya.

Terkait psikologi assesment

Secara khusus Albina menjelaskan bahwa Psikologi Assesment ini, bertujuan untuk memetakan minat bakat anak dan mengetahui 8 bentuk kecerdasan anak atau biasa disebut kecerdasan majemuk (multiple intelligences).

Terdapat 8 bentuk kecerdasan majemuk, diantaranya kecerdasan musikal, naturalis, linguistik, interpersonal, visual spasial, kinestetik, logika matematika dan spiritualis.

“Hasil dari tes tersebut kemudian dapat diinformasikan kepada guru dan orang tua peserta dalam bentuk konseling hasil dan anjuran pendampingan serta model pola asuh yang bisa diterapkan orang tua di rumah.

“Jadi pemetaan kecerdasan majemuk ini akan sangat membantu guru dan orang tua untuk mengarahkan perkembangan anak, dan juga akan menjadi materi dasar bagi kami saat mengikuti kelas parenting, pungkas Albina.

Albina pun menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Pantauan media ini, tampak orang tua sangat bersemangat mengantar anak-anak mereka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.  (*/tim)

Komentar ANDA?